Setelah menunjukkan performa fantastis dengan tak terkalahkan sepanjang ditukangi Ole Gunnar Solksjaer, Man United akhirnya merasakan pahitnya kekalahan. Ironisnya, kekalahan itu terjadi pada laga prestise yakni babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 dan di depan pendukung sendiri yakni Stadion Old Trafford.
Pada Rabu (13/2) dini hari WIB, Setan Merah tak berdaya di hadapan tamunya, Paris Saint-Germain. Marcus Rashford cs kalah 0-2. Dua gol PSG terjadi hanya dalam kurun waktu 7 menit dan di babak kedua. Masing-masing oleh Presnel Kimpembe pada menit 53 dan Kylian Mbappe menit 60.
Ini menjadi kekalahan pertama Man United di era Solksjaer yang menggantikan Jose Mourinho. Sebelumnya dari 11 laga di semua ajang di tangan Solksjaer, Setan Merah tak pernah kalah. Mereka menang 10 kali dan imbang 1 kali. Namun, di Old Trafford, Man United kembali merasakan pahitnya kekalahan.
Kekalahan itu jelas sangat mengecewakan. Maklum saja, Man United harus bertandang ke Parc des Princes, markas PSG dengan tertinggal 0-2 secara agregat. Selain itu, mereka tanpa Paul Pogba yang mendapat kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua, Rabu (13/2) dini hari WIB.
Makin runyam karena Man United memiliki rekor buruk. Mereka tak pernah melakoni comeback di pentas Eropa ketika kalah di kandang sendiri pada leg pertama. Artinya, Man United selalu tersingkir di ajang Eropa ketika di kandang sendiri pada leg pertama mengalami kekalahan.
Solksjaer pun mengakui timnya kini mendaki gunung yang tinggi usai menelan kekalahan di Old Trafford dari PSG. “Sebuah tim tak akan bisa bermain pada level yang sama di banyak pertandingan. Demikian pula kami. Kini, kami mendaki gunung yang tinggi. Namun, ini bukan akhir segalanya. Yang dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan performa pada leg kedua. Saya akui, hari ini kami bermain buruk,” ucap Solksjaer seperti dilansir Uefa.com.
Sementara itu, gelandang Nemanja Matic mengakui kekalahan itu membuat semua pemain Man United bersedih. Namun, dia masih yakin man United bisa membalikkan keadaan. Menurutnya, di bawah Solksjaer, timnya memiliki mentalitas tinggi saat tandang.
“Kami memang bersedih. Sebenarnya kami bermain baik dan mendapat sejumlah peluang. Tapi, ada hal kecil yang harus kami perbaiki,” sebutnya.
“Ya, tentu saja langkah kami berat karena leg kedua bertandang ke kandang PSG. Mereka adalah tim besar dengan materi pemain yang hebat. Namun, kami juga memiliki mental tandang yang kuat. Itu kami tunjukkan saat menang di kandang Arsenal dan Tottenham Hotspur,” imbuh Matic.
Terlepas dari itu, Man United jelas harus melakukan evaluasi. Kekalahan 0-2 di Old Trafford membangunkan mereka bahwa di bawah Solksjaer tim belum sepenuhnya sempurna.
Man United 0-2 Paris Saint-Germain
(Kimpembe 53, Mbappe 60)
SUSUNAN PEMAIN
Man United: De Gea, Lindelof, Baily, Young, Luke Shaw, Pogba, Lingard (Alexis Sanchez), Herrera, Matic, Rashford (Lukaku), Martial (Mata)
Pelatih: Ole Gunnar Solksjaer
Paris Saint-Germain: Buffon, Thiago Silva, Kimpembe, Kehrer, Marquinhos, Dani ALves, Juan Bernart, Verratti (Paredes), Mbappe, Di Maria, Draxler
Pelatih: Thomas Tuchel









