SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemkab Serang telah melakukan ekspos data ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait rencana penerapan sistem manajemen talenta dalam proses pengembangan karir Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelaksanaan ekspos di BKN mendapatkan respon yang positif lantaran data-data dan persyaratan untuk penerapan sistem manajemen talenta yang dipresentasikan sudah sangat lengkap.
Penerapan sistem manajemen talenta pun tinggal menunggu rekomendasi dari BKN yang dijadwalkan akan keluar dalam lima hari ke depan. Kepala BKPSDM Kabupaten Serang, Iskandar Nordat mengatakan pelaksanaan ekspos yang dilaksanakan di BKN bejalan dengan baik dan lancar. Bahkan Kabupaten Serang mendapatkan apresiasi lantaran proses pendataan yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan manajemen talenta berjalan dengan cepat.
“Kita mendapatkan apresiasi yang baik karena kita termasuk kabupaten yang cukup cepat dalam pemenuhan syarat administratif di aplikasi Simata,” katanya, Jumat 17 Juli 2026. Ia mengatakan, berdasarkan hasil ekspos tersebut, BKN bahkan akan segera menerbitkan rekomendasi untuk pelaksanaan manajemen talenta.
“Dalam waktu lima hari ke depan kita akan mendapatkan rekomendasi untuk melaksanakan manajemen talenta,” tegasnya. Ia mengaku, pada saat pelaksanaan memang masih ada beberapa catatan yang disampaikan. Namun demikian catatan tersebut tidak begitu urgen sehingga bisa dipenuhi saat manajemen talenta berjalan.
“Kita lengkapi secara simultan, jadi bukan catatan yang akhirnya membuat sistem ini tidak bisa dijalankan,” tegasnya. Iskandar mengaku, apabila melihat Document Management System (DMS) pendataan ASN di Kabupaten Serang sudah mencapai 84 persen. Sementara, syarat untuk menjalankan sistem manajemen talenta berada di 60 persen.
“Masih ada beberapa pejabat yang penilaian kinerjanya belum lengkap, tinggal nanti dilengkapi,” ujarnya. Iskandar mengungkapkan, ada berbagai aspek penting yang menjadi penilaian dalam sistem manajemen talenta, mulai dari penilaian kinerja 360 derajat, memiliki kompetensi yang mempuni, bahkan penilaian selama dua tahun sebelumnya turut menjadi poin dalam sistem tersebut.
“Kemudian aktifitas juga dinilai, apakah dia aktif tidak dalam kegiatan, itu semua akan menjadi pendukung yang penting dalam pelaksanaan sistem manajemen talenta,” tegasnya. Ia pun memastikan, dalam proses pengisian jabatan eselon II yang kosong nantinya akan menerapkan sistem manajemen talenta. “Bisa nanti dilakukan mutasi dulu kemudian yang kosong kita akan isi dengan menggunakan manajemen talenta. Target kita secepatnya bisa terisi, maksimum enam bulan jabatan itu sudah terisi,” pungkasnya.
Editor : Rostinah









