slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Jantung Bocor

Redaksi by Redaksi
04-05-2019 09:12:55
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Jantung Bocor
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Siapa tahu. Anda adalah anak muda. Yang tertarik beri pertolongan ini: bikin aplikasi. Untuk antrean operasi jantung BPJS. Atau operasi apa saja. Bahkan yang bukan operasi. Yang modern. Yang bisa diakses dari desa sekali pun.

Agar jangan lagi seperti sekarang. Seperti dia ini.

Baca Juga :

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Perempuan ini merasa sangat terpaksa. Menghubungi saya dari HK. Dia TKI di sana. “Sepupu saya pingsan-pingsan terus. Sekarang ini juga lagi pingsan,” tulisnya dalam WA. Pekan lalu.

Dia kenal saya. Saya, duluuuu, memang sering ke Hongkong. Sering juga menghadiri forum yang mereka adakan.

Sepupunya itu tinggal di desa. Di pelosok Magetan. Di desa kelahiran saya. Namanya Ria. Berarti Ria sepupu saya juga.

Saya pun mendadak pulang ke Surabaya. Terutama setelah mendapat penjelasan tambahan: Ria sakit jantung. Jantungnya bocor.

Dokterlah yang mengatakan itu. Kepada Ria. Juga kepada sepupunya di Hongkong itu.

Saya pun membayangkan jangan-jangan Ria akan meninggal mendadak. Umurnya baru 26 tahun.

Saya belum bisa membedakan mana sakit jantung yang berbahaya dan yang sangat berbahaya. Begitu dengar ‘pingsan-pingsan’ saya pun ikut panik.

Pengetahuan masyarakat umumnya mirip: sakit jantung itu bisa membuat penderitanya mendadak meninggal. Tidak membeda-bedakan jenis sakit jantungnya.

Sebenarnya Ria tidak ingin minta tolong saya. Dia dan suaminya bisa urus sendiri. Ria lulusan IKIP Madiun. Suaminya lulusan STM. Mereka sudah ke rumah sakit di Madiun. Beberapa kali. Tapi RSUD Madiun tidak memiliki fasilitas operasi jantung.

Dirujuklah ke RSUD DR Sutomo Surabaya. Mereka pun ke Surabaya. Tidak memberi tahu saya. Tidak mampir rumah saya. Di Surabaya Ria dilayani dengan baik. Tapi memang harus dioperasi. Berbagai pemeriksaan tambahan harus dilakukan. Ria bolak-balik Magetan-Surabaya.

Tanggal 4 Maret lalu Ria mendapat nomor antrean: 154. Tidak ada gambaran kapan operasi bisa dilakukan. “Mungkin tiga bulan lagi. Antreannya panjang,” Itulah penjelasan yang dia terima.

Ria pun pulang ke desa lagi.

Dia terus menunggu telepon dari rumah sakit Surabaya. Menunggu panggilan untuk  dioperasi. Yang dinanti tidak pernah datang.

Ria terus saja pingsan-pingsan. Suaminya membelikannya tabung oksigen. Setiap pingsan diberi oksigen. “Ini nyawanya dik Ria,” ujar Dani, sang suami. Sambil menunjuk tabung oksigen. Yang tiap tiga hari harus diisi.

Tentu Dani juga menelepon ke rumah sakit Surabaya. Beberapa kali. Jawabnya sama: belum ada jadwal operasi untuk Ria. Tunggu saja Akan ditelpon.

Mereka tahu penerima telepon di Surabaya juga sangat sibuk. Mereka sudah bisa membayangkan betapa hiruk-pikuknya rumah sakit besar. Apalagi di bagian BPJS. Mungkin tidak ada waktu untuk menelepon. Mereka khawatir kelewatan giliran. Maka mereka pun kembali ke Surabaya. Jawabnya masih sama: belum ada tanggal giliran.

Balik lagi ke desa.

Balik lagi pingsan-pingsan.

Hari itu pingsannya lebih lama. Lebih setengah jam. Keluarga panik. Lalu menghubungi saya. Saya pun memutuskan pulang ke Surabaya. “Sesekali menolong keluarga sendiri,” kata hati saya.

Kepada saya Ria menegaskan sikapnya. “Saya tidak mau menyerobot antrean,” ujar Ria. “Saya berdosa kalau yang saya serobot meninggal sebelum saya,” katanya.

Setuju.

Saya juga tidak punya niat menyerobot antrean. Saya akan carikan jalan lain. Dan yang utama saya harus tahu: seberapa serius problem jantungnya. Kok sudah pingsan-pingsan begitu lama masih bisa bertahan.

Saya pun bertemu dokter ahli jantung: Heroe Subroto. Yang keahlian utamanya adalah bedah jantung anak-anak. Rekornya: mengoperasi jantung bayi berumur 3 minggu.

Dokter Heroe ingat saya. Ia pernah ke RS Tianjin. Untuk mempelajari transplant hati di sana. Bersama beberapa dokter lain dari Surabaya.

Setelah membaca berkas pemeriksaan RS Madiun dokter Heroe mengambil kertas. Untuk menggambar jantung.

Jantung Ria memang bocor. Antara bilik kiri dan bilik kanan. Tapi penjelasannya itu membuat saya agak tenang. Saya berkesimpulan Ria tidak akan mati mendadak. Tidak seperti penderita serangan jantung.

Bocornya sekat itu membuat darah dari bilik satu mengalir ke bilik lain. Tapi karena perbedaan tekanan maka darah dari bilik kiri lah yang masuk ke bilik kanan.

Bilik kiri adalah bilik yang menerima darah yang sudah ‘dibersihkan’ dari paru-paru. Darah ‘bersih’ itu harus dipompa ke seluruh tubuh. Agar kita terus hidup. Pompa itu begitu kuat. Agar darah bisa sampai ke bagian terjauh dari jantung.

Pompa di bilik kanan tidak begitu kuat. Hanya memompa darah ‘kotor’ ke paru. Yang jaraknya dekat. Untuk ‘dibersihkan’ di paru.

Maka, ‘darah bersih’-lah yang masuk ke bilik ‘darah kotor’. Darah ‘kotor’ tidak masuk ke bilik ‘darah bersih’ — kalah tekanan itu tadi.

Tapi ada akibat lain: bilik kanan di jantung Ria membesar. Tidak kuat menerima tambahan darah. Pun tidak kuat menerima tambahan tekanan. Sebagian tekanan itu di transfer ke paru. Akibatnya fungsi paru terganggu.

Itulah yang membuat Ria sesak nafas. Lalu pingsan.

Penjelasan itu saya jelaskan ulang ke Ria. Dengan bahasa kampung saya. Ria juga kian tenang. Dia tahu sekarang: harus hemat oksigen. Tidak berjalan cepat, tidak naik tangga, tidak menjinjing sesuatu, tidak emosi dan tidak menggendong bayinya. Yang kini berumur tiga bulan.

Itulah yang harus dilakukan Ria. Sambil menunggu giliran dioperasi. Untuk menambal bocornya itu.

Sebenarnya Ria sudah lama tahu: jantungnya bocor. Sejak kelas 1 SD. Tapi tidak pernah dilakukan tindakan apa-apa. Toh masih bisa sekolah. Masih bisa bermain. Dan lagi dari mana biaya untuk operasi. Orang tuanya ikut orang tua saya. Yang menempati rumah orang tua saya. Yakni rumah saya waktu kecil dulu.

Memang saat kecil itu sesekali Ria pingsan. Saat ikut upacara bendera di sekolah. Tapi selalu saja sembuh sendiri. Kian lama kian jarang pingsan. Teman-temannya menganggap pingsannya Ria itu biasa. Nanti kan siuman sendiri.

Setelah kawin Ria tidak segera sukses punya anak. Selalu keguguran. Dia sudah lupa kalau punya problem jantung. Suaminya juga tidak tahu kalau ia mengawini gadis berjantung bocor.

Saat hamil ketiga Ria lebih hati-hati. Alhamdulillah. Sampai janin berumur 7 minggu tidak keguguran. Tapi kian besar janinnya kian sesak dadanya. Mulai pingsan-pingsan lagi.

Hamil delapan bulan Ria sudah tidak kuat. Dia pun kaget: kok bayinya berhenti bergerak.

Dokter kandungan memutuskan operasi cesar. Selamat. Lahir bayi laki-laki seberat 2,1 kg. Tanpa tangisan. Tanpa gerak. Langsung dimasukkan perawatan khusus.

“Telat sedikit anak itu meninggal. Ibunya juga,” ujar dokter seperti yang diingat Ria.

Alhamdulillah.

Tapi Ria pingsan-pingsan terus. Sampai dokter memutuskan untuk harus operasi jantung. Dan harus antre panjang itu.

Tentu Ria bukan satu-satunya kasus.

Yang membuat dia selalu was-was adalah pertanyaan ini: apakah akan meninggal sebelum dapat giliran operasi. Dan kapan jadwal itu.

Was-was itu sebenarnya tidak perlu kalau ada aplikasi sistem antre operasi jantung BPJS. Yang bisa diakses pasien. Kalau perlu bisa lewat HP.

Ria pun kini sudah lebih tenang dan sabar.

Sampai sekarang Ria belum pernah merasakan menggendong bayinya. Juga belum pernah menyusuinya. Kalau kangen dia duduk. Lalu memangku si bayi. Tidak bisa lama. (Dahlan Iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pelabuhan Akan Terapkan Ganjil Genap Saat Mudik

Next Post

Dua Kecelakaan Maut, Dua Orang Tewas

Related Posts

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang
Berita Utama

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

by Agung S Pambudi
Sabtu, 8 November 2025 22:14

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID - Disway Group menerima kunjungan Shonan Industrial Promotion Foundation (SIPF) dari Jepang. Direktur Keuangan Disway Group Verry Madur dan...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Batu Ganjar

Next Post
Pengendara Vixion Luka Parah Setelah Dilindas Truk Tronton

Dua Kecelakaan Maut, Dua Orang Tewas

Newcastle vs Liverpool: Tak Ada Nostalgia

Newcastle vs Liverpool: Tak Ada Nostalgia

Udinese vs Inter Milan: Membayangkan Tembok Musim Depan

Udinese vs Inter Milan: Membayangkan Tembok Musim Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Wali Kota Budi Rustandi Cabut Saham di Bank BJB untuk Genjot Pembangunan Kota Serang

Wali Kota Budi Rustandi Cabut Saham di Bank BJB untuk Genjot Pembangunan Kota Serang

Senin, 27 April 2026 17:56
Cegah Dampak Buruk Lingkungan, Cari Alternatif Air Bawah Tanah

Cegah Dampak Buruk Lingkungan, Cari Alternatif Air Bawah Tanah

Senin, 27 April 2026 17:16
18 Pejabat Eselon III Laksanakan Sertijab, Bupati Minta Hadirkan Program Inovatif

18 Pejabat Eselon III Laksanakan Sertijab, Bupati Pandeglang Minta Hadirkan Program Inovatif

Senin, 27 April 2026 17:07
Wabup Serang Minta Pemerintah Pusat Kembali Beri Kepercayaan Daerah Kelola Dana Transfer

Wabup Serang Minta Pemerintah Pusat Kembali Beri Kepercayaan Daerah Kelola Dana Transfer

Senin, 27 April 2026 16:48
Dua Mantan Petinggi PT Sigma Cipta Caraka Didakwa Korupsi Proyek Server dan Storage Rp282 Miliar

Dua Mantan Petinggi PT Sigma Cipta Caraka Didakwa Korupsi Proyek Server dan Storage Rp282 Miliar

Senin, 27 April 2026 16:33
TMMD ke-128 Kodim Cilegon Gelar Penyuluhan KB dan Kesehatan, Tekan Stunting di Pulomerak

TMMD ke-128 Kodim Cilegon Gelar Penyuluhan KB dan Kesehatan, Tekan Stunting di Pulomerak

Senin, 27 April 2026 16:21
Wali Kota Budi Rustandi Cabut Saham di Bank BJB untuk Genjot Pembangunan Kota Serang

Wali Kota Budi Rustandi Cabut Saham di Bank BJB untuk Genjot Pembangunan Kota Serang

Senin, 27 April 2026 17:56
Cegah Dampak Buruk Lingkungan, Cari Alternatif Air Bawah Tanah

Cegah Dampak Buruk Lingkungan, Cari Alternatif Air Bawah Tanah

Senin, 27 April 2026 17:16
18 Pejabat Eselon III Laksanakan Sertijab, Bupati Minta Hadirkan Program Inovatif

18 Pejabat Eselon III Laksanakan Sertijab, Bupati Pandeglang Minta Hadirkan Program Inovatif

Senin, 27 April 2026 17:07
Wabup Serang Minta Pemerintah Pusat Kembali Beri Kepercayaan Daerah Kelola Dana Transfer

Wabup Serang Minta Pemerintah Pusat Kembali Beri Kepercayaan Daerah Kelola Dana Transfer

Senin, 27 April 2026 16:48
Dua Mantan Petinggi PT Sigma Cipta Caraka Didakwa Korupsi Proyek Server dan Storage Rp282 Miliar

Dua Mantan Petinggi PT Sigma Cipta Caraka Didakwa Korupsi Proyek Server dan Storage Rp282 Miliar

Senin, 27 April 2026 16:33
TMMD ke-128 Kodim Cilegon Gelar Penyuluhan KB dan Kesehatan, Tekan Stunting di Pulomerak

TMMD ke-128 Kodim Cilegon Gelar Penyuluhan KB dan Kesehatan, Tekan Stunting di Pulomerak

Senin, 27 April 2026 16:21

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Wali Kota Budi Rustandi Cabut Saham di Bank BJB untuk Genjot Pembangunan Kota Serang

Wali Kota Budi Rustandi Cabut Saham di Bank BJB untuk Genjot Pembangunan Kota Serang

by Nahrul Muhilmi
Senin, 27 April 2026 17:56

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memastikan akan menarik saham atau penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemkot) Serang di Bank BJB. Kebijakan...

Cegah Dampak Buruk Lingkungan, Cari Alternatif Air Bawah Tanah

Cegah Dampak Buruk Lingkungan, Cari Alternatif Air Bawah Tanah

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 27 April 2026 17:16

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Radar Banten berencana akan melaksanakan seminar air yang mengusung tema alternatif air bawah tanah: solusi konservasi untuk air generasi maju....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak