Reni (40) nama samaran, dianggap perempuan beruntung karena menikah dengan lelaki tajir, sebut saja Romli (42), anak pengusaha jual beli tanah di kampungnya. Padahal, di balik itu Reni selalu korban perasaan. Diberikan kewenangan oleh orangtua suami untuk mengatur keuangan agar ekonomi rumah tangga terjaga, malah diselingkuhi. Yasallam.
Reni diberikan kewenangan sepenuhnya oleh keluarga suami untuk mengendalikan keuangan keluarga karena sifat boros suaminya. Karena selama diberikan kewenangan mengatur keuangan Reni dianggap terlalu irit, berakibat suami main hati dengan wanita lain.
“Padahal, saya hanya berusaha mengelola keuangan rumah tangga agar tidak terbuang sia-sia untuk hal tidak penting. Mas Ramli kan gemar otak-atik motor, mobil. Belum lagi hobi taruhan bola. Wah kalau enggak dibatasi, pasti habis harta keluarga. Dia tuh enggak pernah mikirin nabung buat anak di masa depan,” kesalnya. Iya sih, tapi jangan terlalu iriti juga kali.
Reni ditemui Radar Banten di salah satu cafe di Kota Serang. Saat itu Reni sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya. Tak lama temannya pergi, Reni yang masih duduk di cafe bercerita soal pengalaman rumah tangganya yang tidak mengenakan bersama Romli lima tahun lalu. Diceritakan Reni, pertemuannya Romli berawal saat mereka masih duduk di bangku kuliah di kampus yang sama di Tangerang. Selama jadi mahasiswa, Romli dikenal royal dan sering mentraktir teman-temannya, termasuk Reni. “Waktu itu kita belum pacaran, cuma teman biasa,” akunya. Tapi udah suka kan?
Meski demikian, sosok Romli juga terdapat kekurangan. Wajahnya biasa saja tidak ada yang istimewa. Tubuhnya juga gemuk dan pendek. Namun, penampilan dan sikapnya yang ramah selain royal, membuat Romli disukai banyak kaum hawa. Apalagi kalau sudah Romli pengen jalan-jalan, pasti banyak wanita yang mengantri diajak Romli buat belanja. tidak dengan Reni yang dulunya ke Romli bersikap cuek. Reni sendiri sosoknya lumayan menarik, orangnya juga ramah. Gaya bicaranya santun, bodinya aduhai mirip biola. Namun, kelihatan kalau Reni orangnya apa adanya, enggak mengikuti trend. Sikap itu pula yang membuat Romli tertarik dengan figur Reni. Setahun pascakelulusan di perkuliahan, Romli mulai sering mengontak Reni dan mengajaknya jalan. Lama-lama mereka dekat. Tiga bulan kemudian Romli menyatakan cinta dan berjanji serius dengan reni sampai ke jenjang pernikahan. “Karena dia bilang serius, saya mau,” akunya. Suka malu-malu gitu deh..
Setahun pacaran, mereka akhirnya menikah. Pesta pernikahan digelar cukup meriah. Reni dan Romli memutuskan tinggal di Tangerang hingga lahir anak pertama. Awal berumah tangga, sikap Romli normal-normal saja dan menurut apa kata istri. Setelah lahir anak pertama, keduanya pindah ke Serang untuk meneruskan usaha jual beli tanah milik orangtua Romli. “Dia sering ke Pandeglang, Lebak, Cilegon. Katanya sih ada tanah ayahnya yang mau dijual,” ujarnya.
Sejak pindah ke Serang dan mempunya banyak teman baru dan juga bertemu beberapa teman lamanya, Romli kembali ke kehidupan masa mudanya. Sering menongkrong sampai larut malam hingga ikut judi taruhan bola. Ia mulai melupakan janji terhadap ayahnya yang berniat tobat sebelum meminta restu untuk menikah. Melihat perubahan tingkah Romli, Reni melaporkan tingkah suaminya ke mertua. Mendengar kabar itu, ayah Romli marah dan memberikan kewenangan penuh kepada Reni untuk memegang keuangan keluarga dan hasil bisnis jual beli tanah. Sejak itu Romli jadi sering marah-marah. Situasi semakin tak terkendali ketika Reni mulai membatasi pengeluaran Romli. “Klita sering ribut masalah uang. Tapi, kalau saya kasih dia enggak bakal berubah,” tukasnya.
Sejak itu Romli mulai jarang pulang. setiap ditanya hanya menjawab ada urusan kerjaan. Reni sudah tak pernah tahu yang dilakukan suaminya saat itu. Sampai akhirnya Reni menemukan kalung emas di kantung celana Romli. Reni mulai curiga. Setelah didesak dan bertengkar, Romli akhirnya mengakui kalau kalung emas yang ditemukan Reni akan ia berikan kepada pacar barunya. Oalah. Mendengar pengakuan itu, Reni naik pitam dan langsung mengemasi barang-barangnya pulang ke Tangerang.
Setelah kejadian itu, mereka sempat pisah ranjang selama tiga bulan. Beruntung keluarga Romli mendatangi Reni dan membujuknya untuk kembali rujuk. Reni yang tak bisa menolak permintaan orantua Romli pun menerima ajakan itu. Hubungan keduanya pun kembali hangat. “Dia sekarang sudah enggak boros lagi,” akunya. Syukur deh, semoga langgeng ya Mbak. Amin. (mg06/zai)








