SERANG – Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang menjadi incaran para investor properti. Pemodal membangun proyek perumahan di tiga daerah itu karena daerah urban, industri, perdagangan dan jasa, dengan pertumbuhan penduduk cukup tinggi.
Harga tanahnya juga masih terukur untuk proyek perumahan berusbsidi. “Harga tanah masih ada yang di bawah Rp200 ribu per meter persegi. Masih terjangkau,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi Banten Roni Hadiriyanto Adali, kemarin.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang terdapat banyak industri. Sementara Kota Serang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa. Oleh karena itu, investor properti membangun perumahan di daerah-daerah urban yang membutuhkan hunian baru untuk para pendatang. “Sebenarnya Kota Cilegon juga banyak industri, tetapi harga tanahnya sudah mahal,” lanjutnya.
Menurutnya, tiga daerah masih terdapat lahan luas sangat cocok bagi pengembang yang ingin membuka kawasan baru. “Seperti di Cikande dan Ciujung masih bisa mengembangkan kawasan yang luas dengan unit yang banyak,” tuturnya. Sementara untuk kawasan rumah komersil daerah Tangerang, masih menjadi incaran para pengembang karena daya beli masyarakatnya tinggi.
Ia mengungkapkan, sejak awal tahun lalu ada 36 pengembang perumahan, baik subsidi maupun komersil, yang terdaftar di REI Banten. Mereka adalah pengembang lama yang ekspansi ke Banten dan pengembang baru yang memulai bisnis properti. “Total ada 390 anggota yang terdaftar melalui asosiasi REI Banten,” jelasnya. Soal potensi pasar, rumah bersubsidi di Banten sangat besar. Penjualan setiap tahun menempati urutan kedua setelah Jawa Barat. (Susi K/RBG)









