SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersepakat tidak ada praktik kekerasan dalam pelaksanaan orientasi pengenalan kampus (ospek) bagi mahasiswa baru (maba). Pengenalan wawasan kebangsaan menjadi titik tekan kegiatan rutin tahunan itu.
Demikian terungkap dalam Panggung Mahasiswa Banten Raya TV bertema ‘Perlukah Ospek bagi Mahasiswa Baru?’ di Studio 1 Banten Raya TV, Graha Pena Radar Banten, Selasa (23/7). Acara yang dipandu Halimah itu menghadirkan pembicara Ketua BEM Universitas Bina Bangsa (Uniba) Wahyu Fajar Riyadi, Ketua BEM Universitas Serang Raya (Unsera) Diky Benarivo, Ketua BEM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang Rifyan Firdaus.
Dalam pemaparannya Ketua BEM Uniba Wahyu Fajar Riyadi mengatakan, memperkenalkan dunia kampus kepada mahasiswa baru selama ini terkesan sebagai ajang balas dendam senior ke junior. “Seharusnya mahasiswa baru terdidik, bukan malah tertindas. Makanya, dalam ospek nanti tidak ada kekerasan fisik,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Wahyu itu menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan ospek bagi mahasiswa baru yang sedang mengikuti seleksi masuk kampus Uniba. “Kami sedang mempersiapkan metode dan materi apa yang akan disampaikan. Tentunya ospek akan menjadi menarik,” terangnya.
Wahyu menegaskan, tradisi kekerasan telah lama ditinggalkan saat ospek. Menurutnya, saat ini tidak relevan dipertahankan.
Ia mengaku, banyak metode lain yang menarik yang bisa dilakukan selain memberikan punishment. “Mengenalkan kampus bisa dilakukan dengan menjelaskan bagaimana seharusnya mahasiswa menjalani aktivitas kuliah,” katanya.
Senada dikatakan Wahyu. Ketua BEM Unsera Diky Benverio mengatakan, saat ini dirinya bersama pengurus sedang memformulasikan metode ospek. Wawasan kebangsaan menjadi salah satu pilihan untuk mengenalkan kehidupan kampus.
“Selain mengenalkan kampus. Pendekatan berbasis wawasan kebangsaan akan menjadi pilihan,” terangnya.
“Jangan sampai ada kesan ospek menjadi ajang balas dendam. Itu yang kami hindari,” tambah Diky.
Ketua BEM UPI Serang Rifyan Firdaus mengatakan, ospek bagi mahasiswa baru biasanya berjalan selama dua sampai tiga hari. “Perpeloncoan tidak lagi diterapkan dalam ospek. Kami bersepakat tidak ada penerapan perpeloncoan dalam ospek,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)









