• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kota Serang

DPRD Banten Dorong Regenerasi Petani dan Modernisasi Pertanian 

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Minggu, 21 Juni 2026 15:48
in Kota Serang
0
DPRD Banten Dorong Regenerasi Petani dan Modernisasi Pertanian 
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Banten, Anton Haerul Samsi, menilai, regenerasi petani dan modernisasi pertanian menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Banten.

Menurut Anton, perkembangan teknologi pertanian harus terus didorong agar produktivitas petani meningkat dan mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

“Teknologi pertanian itu sangat penting. Bagaimana kita bisa bergerak lebih cepat dan lebih efisien. Kalau panen menggunakan mesin combine harvester, satu hektare sawah bisa selesai hanya dalam waktu sekitar dua jam,” kata Anton, Minggu, 21 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penggunaan alat dan mesin pertanian modern terbukti mampu memangkas biaya produksi sekaligus mempercepat proses panen. Berbeda dengan cara tradisional yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu lebih lama.

Selain alat panen, Anton juga menilai modernisasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya, pengeringan hasil panen hingga pengolahan pascapanen.

“Kalau hasil panen sudah dikeringkan menggunakan teknologi yang baik, nilai jualnya juga lebih tinggi dibanding dijual dalam kondisi basah,” ujarnya.

Regenerasi Petani Harus Dipercepat

Di sisi lain, Anton mengakui, regenerasi petani menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan. Menurutnya, sebagian besar petani saat ini sudah berusia lanjut sehingga perlu ada upaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Ia optimistis, generasi muda, khususnya Generasi Z, lebih mudah menerima perkembangan teknologi pertanian dibanding generasi sebelumnya.

“Kalau generasi muda sekarang sebenarnya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi. Tinggal bagaimana pemerintah dan semua pihak memberikan dukungan agar mereka tertarik masuk ke sektor pertanian,” kata anggota Fraksi Golkar itu.

Menurut Anton, citra pertanian yang selama ini dianggap identik dengan pekerjaan berat harus mulai diubah. Pertanian modern justru menawarkan peluang usaha yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional.

Anton berharap, keikutsertaan Kontingen Banten dalam PENAS KTNA XVII di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpetani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, berbagai inovasi yang ditemukan selama kegiatan tersebut harus dibawa pulang dan diterapkan di Banten guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan.

“Kalau ada teknologi yang bagus dan belum diterapkan di Banten, tentu harus kita pelajari dan aplikasikan di daerah kita. Itu yang paling penting dari kegiatan seperti PENAS KTNA,” ujarnya.

Anton optimistis dengan dukungan teknologi, perbaikan infrastruktur, serta keterlibatan generasi muda, sektor pertanian Banten akan semakin maju dan mampu meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.

Editor: Agus Priwandono

Tags: DPRD BantenModernisasi PertanianPetani Mudaregenerasi petaniteknologi pertanian
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

FKDT: Penerapan Syarat Ijazah Diniyah dalam SPMB di Cilegon Belum Maksimal

Next Post

Rekonvasi Bhumi: Masih Ada Potensi Longsor Susulan di Gunung Gaupas

Next Post
Rekonvasi Bhumi: Masih Ada Potensi Longsor Susulan di Gunung Gaupas

Rekonvasi Bhumi: Masih Ada Potensi Longsor Susulan di Gunung Gaupas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

10 Tahun Berdiri, Sanggar Senam U & Me Gelar Perayaan HUT ke-81 RI

by Eko Fajar
Sabtu, 29 Agustus 2026 18:54
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sanggar Senam U & Me menggelar kegiatan senam bersama dan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang...

Raih Penghargaan Pemda Berprestasi, Pemkot Cilegon Dapat Bantuan Pembangunan 200 Rutilahu

by Adam Fadillah
Sabtu, 29 Agustus 2026 18:53
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Wali Kota Cilegon Robinsar diganjar bantuan pembangunan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) setelah berhasil meraih...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.