TANGERANG – Atlet taekwondo Banten menggelar latihan rutin usai mengarungi ajang Pra PON 2019. Latihan rutin itu untuk menjaga kebugaran dan kemampuan atlet menuju PON Papua 2020.
Diketahui, taekwondo Banten berhasil merebut sembilan tiket menuju PON 2020 pada babak kualifikasi PON di Kabupaten Tangerang, Minggu (29/9) lalu. Sembilan tiket tersebut terdiri dari delapan tiket nomor kyourugi dan satu tiket poomsae.
Tiket kyourugi itu masing-masing disumbangkan oleh Labibah El Fara dikelas 73 kilogram putri, Fisca Aferelia 46 kilogram putri, Novrika 49 kilogram putri, Rieska 57 kilogram putri, Alya Zafira 67 kilogram putri, Ilham 74 kilogram putra, Setio Prayogi 87 kilogram putra, dan M Yulfizar 87 kilogram. Sedangkan dari nomor poomsae disumbangkan oleh beregu putri atas nama Gena Upshari, Ina Rahma, dan Regita Adisti.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Banten Fiva Zabreno mengatakan, atlet taekwondo Banten tidak punya waktu berleha-leha usai mengikuti babak kualifikasi PON 2020.
“Hari Rabu (2/10), atlet taekwondo Banten yang telah merebut tiket PON 2020 sudah langsung kembali latihan. Memang kami instruksikan agar tidak lama-lama beristirahat,” kata Fiva, Kamis (3/10).
Dijelaskan Fiva, latihan tersebut dipersiapkan agar atletnya meraih prestasi maksimal di PON Papua 2020. Selain itu, meningkatkan semangat para atlet junior. “Mereka latihan bersama para atlet junior yang akan turun di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas-red), bulan November tahun ini,” jelas Fiva.
Fiva berharap, prestasi yang diraih saat Pra PON 2019 bisa diraih juga kala bertanding di PON 2020. “Waktu masih panjang untuk terus berbenah, dengan tekad yang kuat dan semangat latihan yang tinggi, semoga taekwondo Banten bisa mempersembahkan hasil yang terbaik di PON nanti,” kata Fiva. (rbs/nda/ira)









