SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang memastikan kualitas air Sungai Cibanten masih aman. Instansi ini terus memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas air Sungai Cibanten.
Langkah ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian sungai, sekaligus memastikan kondisi lingkungan tetap mendukung aktivitas masyarakat.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada penanganan sampah di daratan. Kebersihan Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya Sungai Cibanten, juga menjadi prioritas karena memiliki peran penting bagi lingkungan dan kehidupan warga di sekitarnya.
Menurut Farach, salah satu program yang terus digencarkan adalah Rabu Bersih, yakni kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang melibatkan masyarakat, terutama warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Program Rabu Bersih diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.
Selain kegiatan bersih-bersih, Pemerintah Kota Serang juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengurangi praktik pembuangan sampah liar.
Salah satu rencana yang sedang dikaji adalah penerapan retribusi pelayanan persampahan bagi rumah-rumah yang berada di sekitar sempadan sungai agar proses pengangkutan sampah menjadi lebih teratur.
“Melalui pelayanan persampahan yang lebih optimal, diharapkan masyarakat tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Upaya ini juga bertujuan menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran air,” ujar Farach, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
DLH Kota Serang juga secara berkala melakukan pengujian kualitas air Sungai Cibanten di tiga titik pemantauan, yakni kawasan Gelam, Kidemang, dan Angsana.
Pemeriksaan dilakukan setiap bulan menggunakan sejumlah parameter lingkungan untuk mengetahui kondisi air serta mendeteksi potensi pencemaran sejak dini.
“Parameter-parameter yang digunakan itu sejauh ini masih dalam wajar dan bisa digunakan oleh masyarakat, tapi jangan diminum,” ungkap Farach.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kualitas air Sungai Cibanten masih berada dalam kategori yang relatif aman untuk aktivitas tertentu.
Meski demikian, Farach mengingatkan bahwa air sungai tersebut tidak diperuntukkan sebagai air minum secara langsung tanpa melalui proses pengolahan sesuai standar kesehatan.
Farach berharap masyarakat dapat mulai menerapkan pengelolaan sampah dari rumah tangga melalui pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, serta disiplin membayar iuran pelayanan persampahan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, tertib dalam membayar iuran sampah, serta bersama-sama menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kebersihan Kota Serang,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











