SERANG – Hendri Febriyansa (24), berusaha gantung diri di sebuah pohon di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang Rabu (9/10). Namun, aksi nekat pemuda asal Kampung Depokrejo, Kecamatan Trimujo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung ini digagalkan oleh petugas keamanan yang memergokinya.
Sebelumnya, Hendri sempat mencoba gantung diri di dekat Universitas Bina Bangsa (Uniba), Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Sabtu (14/9) malam. Tali yang sudah dililitkan di leher Hendri dilepaskan oleh mahasiswa Uniba yang memergokinya akan gantung diri. “Saya enggak tahu motif atau apa (untuk dapat uang-red),” kata Kapolsek Kramatwatu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Raden Muhammad Sofian.
Percobaan bunuh diri ini diketahui oleh petugas keamanan dari distrubutor air mineral sekira pukul 10.30 WIB. Dia lalu berlari dan melepas tali di leher Hendri. Polisi yang menerima laporan mendatangi lokasi dan memeriksa Hendri. “Enggak stres orangnya. Ditanya jawabnya nyambung,” ujar Sofian.
Alasan Hendri ingin mengakhiri hidupnya lantaran tak memiliki ongkos pulang ke kampung halaman. Alasan serupa juga pernah diungkapkan Hendri saat aksi percobaan bunuh diri pertama di dekat Uniba, Kota Serang. Saat itu, mahasiswa Uniba sempat memberinya ongkos mudik ke Lampung. “Dia ngaku dari Jakarta. Mau pulang ke Lampung dan enggak punya duit. Dia ngakunya jalan kaki dari Jakarta,” kata Sofian
Lantaran iba, polisi memberinya ongkos pulang ke Lampung. Hendri bahkan diantar ke Terminal Seruni, Kota Cilegon menggunakan mobil polisi. “Sudah diantar sama polisi lalu lintas ke Terminal Seruni. Sudah juga dikasih duit. Kami niat baik sajalah (memberi uang-red), asal dia (Hendri-red) jangan maling,” tutur Sofian. (mg05/nda/ags)









