TANGERANG – Pembangunan infrastruktur kembali menjadi fokus kinerja Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, tahun ini. Prioritas pembangunan fisik ini, menurut Kepala Desa Sukamulya Nawawi, sesuai dengan peraturan pemerintah pusat dan hasil musyawarah dengan masyarakat.
”Kalau program pembangunan di Desa Sukamulya, kita sesuai dengan aturan yang ada dari pemerintah pusat. Yaitu, program pembangunan fisik, pembinaan, dan pemberdayaan. Untuk 2019 ini, kami masih fokus ke fisik. Masih banyak yang belum tersentuh, terutama pembangunan SPAL. Perpustakaan desa juga akan kami bangun,” katanya, Senin (22/4).
Pembangunan fisik dilanjutkan, menurut Nawawi, setelah program serupa pada 2018 rampung dilaksanakan sesuai jadwal. ”Untuk fisik tahun 2018, kita bangun jalan beton, lalu saluran pembuangan air limbah (SPAL), sarana air bersih (SAB), dan Posyandu. Untuk jalan, kalau tidak salah, kita bangun lebih dari sepuluh titik di 2018,” jelasnya kepada Tim Saba Desa Radar Banten.
Ia melanjutkan, pembangunan Posyandu tahun 2018 itu dilaksanakan di Kampung Rijal, RT 01, RW 01, dan di Kampung Rahong, RT 04, RW 04. Anggaran yang dialokasikan Pemerintah Desa Sukamulya, sekira Rp50 juta untuk tiap Posyandu.
Tahun ini pula, tambah Sekretaris Desa Sukamulya Subki, pemerintah desa merancang pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes). Sebab, program pembangunan bidang ekonomi akan dimulai. Unit usahanya, toko sembako. ”Makanya, sekarang kita sedang pilih orang-orang yang berkualitas untuk duduk di kepengurusan BUMDes,” jelasnya.
Subki mengatakan, luas wilayah desanya 265 hektare. Seluas 174 hektare, di antaranya, merupakan lahan persawahan. ”Mayoritas lahan pertanian. Jadi, kebanyakan masyarakat kami bermatapencarian sebagai petani. Ada juga yang menjadi karyawan di perusahaan-perusahaan, di Kabupaten Tangerang atau pun di Kabupaten Serang,” tutur Subki.
Pemerintah Desa Sukamulya, tuturnya, turut berperan dalam memajukan pertanian. ”Kita bantu pengadaan traktor, juga pengadaan bibit. Itu beberapa tahun lalu, kalau enggak salah tahun 2015. Nah, sekarang, belum ada usulan lagi karena traktor juga masih bagus dan berfungsi dengan baik,” ucap Subki. (pem/rb/sub)










