KRAMATWATU – Konsep kampung pelangi telah direalisasikan di lingkungan RW 06, Kampung Blosong, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu. Di semua gang di perkampungan ini, dengan lebar sekira empat meter, dinding-dinding rumah warga telah dicat dengan beragam warna. Bermacam gambar juga menghiasi dinding rumah warga. Kampung pelangi menjadi klaim warga kampung ini pada Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019.
Ada kesan semarak ketika Radar Banten mengunjungi lingkungan RW 06, Kampung Blosong, Jumat (18/10). Konsep kampung pelangi tak hanya diaplikasikan pada dinding rumah kontrakan yang berjejer di pinggir gang.
Rumah yang dihuni penduduk lingkungan ini juga dicat dan dilukis. Ada lukisan pemandangan alam, lengkap dengan gambar binatang. Untuk menambah kesan alam, warga menempatkan tanaman dalam pot di pinggir dinding berlukisan pemandangan alam tersebut.
“Warga sepakat dinding rumahnya dicat. Itu pun warnanya sesuai keinginan si pemilik rumah,” jelas Ketua RW 06, Kampung Blosong, Erwan Jayasasmita kepada Radar Banten. “Kampung kami sudah jadi kampung pelangi,” tegasnya.
Untuk merealisasikan konsep kampung pelangi ini, Erwan mengungkapkan, telah menghabiskan 50 kaleng cat ditambah beberapa cat kiloan. Kampung pelangi rampung dibuat warga setelah bergotong royong setiap hari Sabtu pagi dan Minggu pagi, sejak Agustus 2019.
Kendati rumah-rumah di kampung ini telah mengekspresikan kampung pelangi, Erwan menyatakan, persiapan lomba di kampungnya belum selesai. Hingga kemarin, ia menyebutkan, baru mencapai 80 persen.
“Tinggal mengecat jalan (gang-red) yang belum rampung dan menambah hiasan pot tanaman yang digantung,” terang Erwan.
Erwan menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Serdang yang telah menyediakan cat. Juga kepada warganya karena telah kompak dan sukarela membeli pot dan tanaman untuk menghiasi pekarangan rumah mereka. “Padahal, kami (pengurus RW-red) mengimbau hanya dua pot tanaman (untuk tiap rumah-red). Tapi, warga pada beli banyak,” tuturnya.
Kampung Blosong sudah dilengkapi dengan sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan tempat pembuangan sampah (TPS). Namun, belum memiliki kelompok pemuda sadar hukum dan kelompok sadar lingkungan. “Sesegera mungkin bakal kami bentuk (kelompok pemuda sadar hukum dan kelompok sadar lingkungan-red),” tegasnya.
Warga Kampung Blosong yang mengaku bernama Sudaryadi membenarkan jika proses penataan lingkungan belum 100 persen. Proses pengecatan jalan gang perkampungan ini tinggal beberapa meter lagi. Kendalanya ialah lalu lalang kendaraan roda empat. “Solusinya, pengecatan dilakukan bertahap. Kadang sore, kadang malam juga,” katanya.
Sudaryadi optimistis, kekompakan warga Blosong akan merampungkan proses pengecatan dalam waktu satu minggu lagi.
Setelah pengecatan jalan rampung, warga akan menyempurnakan penataan kampungnya dengan menambah hiasan untuk memperindah lingkungan Blosong. “Insya Allah, yakin juara,” pungkas Sudaryadi. (mg06/don/ags)









