SERANG – Cabang olahraga (cabor) gantole Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Banten menyegel empat tiket menuju PON Papua 2020. Tiket diperoleh usai atlet terbaiknya menembus peringkat tiga besar pada ajang Pra PON 2019.
Masing-masing, keempat atlet tersebut yaitu Agung Permana, Ening Kurnia, Tubagus Husni Mubarok, dan Aji Enoh. Agung dan Ening tampil di nomor Ketepatan Mendarat (KTM) B Beregu. Kemudian Husni dan Aji turun di nomor KTM A Beregu.
Pelaksanaan Pra PON 2019 cabor gantole berlangsung di Landasan Udara (Lanud) Sulaiman, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/10) hingga Kamis (24/10) Oktober 2019.
“Dengan keterbatasan cuaca yang memasuki pancaroba, sepanjang hari cuaca berubah-ubah. Namun alhamdulillah, kita meloloskan empat atlet untuk ke PON. Semuanya merupakan atlet pelatda jangka panjang (PJP) Banten,” kata Asisten Pelatih Gantole Banten, Aji Enoh, Minggu (27/10).
Sebelumnya dijadwalkan, Pra PON cabor gantole juga akan mempertandingkan nomor lintas alam terbatas yang berlangsung di Gunung Telomoyo, Semarang, Jawa Tengah. Namun nomor ini gagal dipertandingkan lantaran cuaca buruk.
“Nomor lintas alam terbatas yang diagendakan lima hari pertandingan, tidak bisa terlaksana. Padahal kita masih punya kans medali di nomor itu. Tapi ya tidak apa, yang penting kita sudah mendapatkan tim. Dan tim ini masih sama dengan tim PON gantole di Jawa Barat 2016 lalu,” jelas Aji.
Aji, yang juga merangkat sebagai atlet Gantole Banten ini berharap empat tiket yang diamankan menjadi modal untuk memersembahkan prestasi terbaik pada PON Papua 2020. Seperti PON Jabar 2016 lalu, gantole Banten meraih medali emas yang dipersembahkan Agung dan Ening dari nomor KTM Beregu.
“Hasil yang kira raih di Pra PON ini sebagai langkah awal untuk meraih prestasi di PON Papua 2020. Semoga gantole Banten kembali mempersembahkan emas. Dengan waktu yang cukup panjang, kami akan mempersiapkannya,” kata Aji. (rbs/nda/ags)







