CILEGON – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Cilegon menggelar Rapat Pimpinan Daerah Khusus (Rapimdasus), hari ini (23/11). Dari informasi yang dihimpun, agenda pun akan menjadi momentum dideklarasikannya Ratu Ati Marliati sebagai bakal calon walikota Cilegon yang diusung oleh Partai Golkar.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas tidak menampik hal itu. Menurutnya, jika dalam rapimdasus itu seluruh peserta menyepakati Ati sebagai bakal calon walikota maka DPD akan mendeklarasikan.
“Iya, nanti juga ada rilis dari pimpinan sidang dari steering committee terkait apa saja yang dihasilkan dalam rapim.” ujar Sutisna, Jumat (22/11).
Ia melanjutkan, penetapan bakal calon walikota Cilegon yang akan diusung Partai Golkar menjadi agenda utama dalam rapat tersebut. Dalam kesempatan itu, selain mendengarkan dari unsur pimpinan partai, DPD pun akan mendengarkan pandangan umum dari seluruh ketua pengurus kecamatan, organisasi sayap, serta organisasi lain yang telah menyatakan rekomendasi terkait pengusungan bakal calon walikota.
“Kita tahu kemarin Paguyuban Mantan Kepala Desa memberikan rekomendasi kepada ibu Ati, organisasi lain mungkin saja ada mengeluarkan rekomendasi sama, kita tampung pada agenda itu, nanti disepakati seperti apa,” ujarnya.
Menurut Sutisna, Golkar setiap menghadapi perhelatan pilkada selalu menggelar rapat pimpinan untuk mendengarkan suara dari seluruh organisasi yang berafiliasi dengan Golkar. Hal itu sebagai bentuk wujud jika partai Golkar adalah partai terbuka dan demokratis dalam menyikapi suatu hal.
Partai Golkar selama ini terlihat telah mantap mengusung Ratu Ati Marliati dalam kontestasi pilkada nanti. Hal itu ditunjukkan dengan kedatangan Golkar ke sejumlah partai politik untuk mengikuti penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon. Dalam setiap kunjungan itu, Golkar mewakili nama Ratu Ati Marliati.
Sejauh ini, sudah lima partai politik yang membuka penjaringan. Yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Demokrat.
Di penjaringan Partai Demokrat, mantan Sekda Provinsi Banten Ranta Soeharta mengikuti proses penjaringan. Diketahui, dari penjaringan yang digagas oleh empat partai lain tidak ada satu pun yang diikuti oleh Ranta. Sebelumnya tokoh-tokoh yang kerap muncul adalah Reno Yanuar, Helldy Agustian, Ratu Ati Marliati, Erick Rebiin, Dede Rohana Putera, Awab, Iye Iman Rohiman, Ahmad Suhandi, Malim Hander Joni, dan Faturohman.
Ketua Demokrat Kota Cilegon Rahmatullah menjelaskan, hingga kemarin, Jumat (22/11), sudah ada lima tokoh yang datang ke penjaringan Demokrat. Dan Ranta adalah sosok yang paling terkahir mendaftar sejauh ini. “Lima orang yang sudah datang itu Pak Helldy, Pak Reno, Pak Awab, Pa Iye, dan Pak Ranta, nanti masih ada,” ujar Rahmatullah.
Menurutnya proses penjaringan akan berlangsung pada 23 Desember mendatang. Sehingga kemungkinan besar tokoh yang akan mengikuti penjaringan akan semakin bertambah.
Dalam memilih tokoh yang akan direkomendasikan nanti, menurut Rahmatullah, ia melihat sosok yang mempunyai semangat perjuangan yang sama dengan Demokrat. Yang mau mengubah kondisi Cilegon.
“Menata kota, memperindah kota, lebih bagus mengurangi pengangguran dan kemiskinan, enggak usah terlalu banyak mega proyek. Pengalaman-pengalaman tentu jadi pertimbangan baik di pemerintahan maupun di legislatif. Yang paling penting komunikasi politik baik secara perseorangan maupun partai,” ujarnya. (bam/air/ags)










