Kisah rumah tangga Meni (31) nama samaran sangat mengenaskan. Setia pada suami, sebut saja Kupret (32) dari susah sampai sejahtera, hubungan mereka ternoda perselingkuhan. Astaga.
Ditemui Radar Banten di Kecamatan Bojonegara, siang itu Meni tampak baru pulang dari pasar. Pakaiannya modis dengan rok berenda dan kaus lengan panjang, Meni begitu menggoda meski tubuhnya sudah agak melebar.
Meni tak menyangka, Kupret yang baru setahun bekerja di pabrik, ternyata punya istri muda yang tak lain rekan sekerja. Rumah tangga yang sudah berlangsung lima tahun itu pun berakhir perceraian.
Cerita bermula saat Meni yang mulai beranjak dewasa, diminta segera menikah oleh orangtua. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ayah Meni ditawari lelaki anak temannya yang juga mencari pasangan. Lelaki itu tak lain ialah Kupret. Seminggu kemudian, mereka pun dipertemukan.
“Pas pertama ketemu sih biasa saja. Tapi setelah kenal dekat dan tahu kalau Kang Kupret orangnya baik, baru deh perasaan cinta itu muncul,” terang Meni. Ciyee.
Intens berhubungan dengan bertemu hampir setiap hari, Kupret dan Meni semakin hari semakin dekat. Saling curhat-curhatan sampai pada tahap sayang-sayangan.
Tiga bulan kemudian, Kupret dan keluarga pun sepakat akan segera melakukan prosesi lamaran. Kupret dan Meni menikah. Pesta pernikahan sederhana, tamu undangan tampak ikut berbahagia.
Di awal masa pernikahan, Kupret bersikap penuh perhatian. Seraya menjaga kelakuan agar terlihat baik di depan keluarga istri, Kupret selalu menuruti apa yang diminta Meni dan mertua. “Ya dia baik dan penurut. Kan waktu awal-awal masih tinggal di rumah keluarga saya, dia juga saat itu belum kerja,” terang Meni.
Setahun kemudian, kebahagiaan Meni dan Kupret bertambah dengan kehadiran anak pertama. Hal itu membuat hubungan mereka semakin mesra. Berkat kehadiran sang buah hati, Kupret pun semakin bersemangat mencari kerja. “Dia lulusan SMA, tapi cari kerjanya tetap saja susah,” kata Meni.
Meski waktu itu Kupret pengangguran, Meni mengakui kalau suaminya mampu memberikan kebahagiaan dengan cara lain. Katanya, sikap lembut Kupret yang bikin nyaman, tidak hanya dalam kehidupan keseharian, tapi juga saat berada di atas ranjang. Wih, enak dong Teh? “Enaklah, dia enggak grasak-grusuk, lembut gitu tuh,” kata Meni.
Seiring berjalannya waktu, rezeki akhirnya datang pada Kupret. Berkat jasa paman Meni yang bekerja di pabrik, Kupret pun akhirnya diterima bekerja di pabrik yang sama. Berangkat pagi pulang malam, Kupret bekerja keras demi Meni dan anaknya. “Alhamdulillah waktu itu ekonomi meningkat,” aku Meni.
Memiliki penghasilan sekira empat sampai lima juta per bulan, rumah tangga Meni dan Kupret semakin harmonis. Mereka bisa membeli peralatan rumah dan barang elektronik, Kupret diperlakukan bak raja saat pulang kerja.
Namun, satu tahun kemudian, kenikmatan hidup dari hasil bekerja di pabrik, membuat Kupret tergoda dunia kelam perselingkuhan. Setiap tanggal muda, Kupret tak langsung pulang ke rumah. Ia malah pergi ke rumah istri mudanya.
Gerak-gerik Kupret ternyata diketahui paman Meni. Sang paman pun diam-diam mencari informasi, sejak saat itulah sang paman tahu kelakuan bejat Kupret. “Pas paman saya bilang kalau Kupret punya istri muda, wah, emosi saya langsung meningkat,” aku Meni.
Saat Kupret pulang, Meni langsung mengamuk. Dibantingnya foto pernikahan mereka sampai pecah. Tak hanya itu, Meni juga melemparkan beberapa lembar uang ratusan ribu sisa pemberian Kupret. Sang suami tak terima, keributan mereka bak perang dunia kedua.
Meski sempat diadakan musyawarah, namun Meni tetap tak mau memaafkan Kupret. Sebaliknya, bukannya meminta maaf dan mengakui kesalahan, Kupret tetap tak mau rendah hati. Ia merasa tak bersalah dan malah mencaci-maki Meni. Apalah daya, dua minggu kemudian, keduanya pun sepakat menempuh jalur perceraian.
Kupret pun berhenti dari tempat bekerja lantaran malu pada paman Meni. Sedangkan Meni kini sudah bahagia hidup dengan suami barunya.Oalah, syukurlah kalau sudah punya pasangan. Semoga bahagia dan langgeng ya Teh Meni. Amin. (mg06/zee/ags)









