slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Awas! Kecanduan Bermain Game Termasuk Ganguan Kejiwaan

Aas Arbi by Aas Arbi
24-11-2019 07:55:19
in Kesehatan, Klinik Kita
Awas! Kecanduan Bermain Game Termasuk Ganguan Kejiwaan

Ilustrasi (pixabay.com)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Apakah Anda memperhatikan bahwa di zaman yang serba canggih ini banyak orang menghabiskan waktu luangnya dengan gawai? Berselancar di internet untuk sekadar membaca berita atau menonton video yang menghibur. Namun, tak sedikit pula orang-orang yang memilih menghabiskan waktu luangnya menggunakan gawai untuk bermain game. Berbagai games menarik mulai diluncurkan perusahaan teknologi untuk berebut pelanggan aktif agar memainkan games buatan perusahaannya.

Sayangnya, Anda harus mengetahui bahwa baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia atau yang lebih dikenal dengan WHO memasukkan dan mengolongkan kecanduan bermain game sebagai gangguan kesehatan mental pada buku panduannya, yaitu International Classification of Diseases (ICD-11). ICD ini merupakan daftar klasifikasi medis yang dikeluarkan WHO dan berisi daftar penyakit berikut tanda, gejala, dan penyebabnya.

Baca Juga :

PDP Bukan Berarti Positif Corona

Minum Minyak Saat Hamil, Bisa Bikin Lancar Persalinan?

Dampak Minum Kopi

Peran Tabir Surya untuk Kulit

ICD menjadi standar internasional yang digunakan oleh seluruh praktisi kesehatan dunia untuk melaporan penyakit dan kondisi kesehatan. Dalam versi terbaru ICD-11, WHO menyebut bahwa kecanduan game merupakan atau gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. Berdasarkan definisi yang dikutip dari web resmi WHO, kecanduan bermain game merupakan pola perilaku bermain baik secara online maupun offline (game digital atau video game) dengan beberapa tanda sebagai berikut:

1. Tidak dapat mengendalikan keinginan bermain game.

2. Lebih memprioritaskan bermain game dibandingkan minat terhadap kegiatan atau aktivitas lainnya.

3. Seseorang terus bermain game meski ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat.

Dikatakan pula dalam web bahwa kecanduan game terjadi bila pola perilaku tersebut sangat kuat dan berdampak padaa pribadi, menyebabkan gangguan atau konflik hubungan sosial dengan keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan, maupun area penting lainnya, dan terlihat jelas selama setidaknya 12 bulan.

Jadi, apa sebenarnya yang menyebabkan kita kecanduan bermain game?

Setiap benda atau hal-hal yang membuat kita merasa senang akan merangsang otak menghasilkan dopamin, hormone yang membuat kita merasa bahagia. Dalam keadaan normal, hal ini tidak akan menyebabkan kecanduan. Hanya menimbulkan rasa bahagia dan puas pada umumnya. Akan tetapi, saat kita mengalami kecanduan, objek tersebut akan merangsang otak menghasilkan dopamin yang berlebihan. Jumlah dopamin yang kelewat batas akan mengacaukan kerja bagian otak yang bertanggung jawab mengatur emosi dan suasana hati, sehingga membuat Kita merasa sangat bahagia tidak wajar, bersemangat, dan percaya diri berlebihan, hingga merasa ‘teler’.

Efek membahagiakan ini akan membuat tubuh kita secara otomatis ketagihan, mengidam untuk merasakannya lagi, dan pada akhirnya akan membuat Anda terus menggunakan candu tersebut secara berulang dalam frekuensi dan durasi yang lebih tinggi, guna memuaskan kebutuhan kebahagiaan ekstrem tersebut. Jika hal ini terus terjadi berkepanjangan, lama-lama akan merusak sistem dan sirkuit reseptor motivasi dan penghargaan otak sehingga menyebabkan kecanduan.

Apakah semua pemain games berisiko membuat kita kecanduan?

Dalam batas wajar, bermain game tentu tidak dilarang. Bermain game dapat menjadi aktivitas pengusir stres yang baik dan juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Ada sejumlah bukti medis yang mengatakan bahwa bermain game dapat dijadikan terapi alternatif mengobati gangguan mental seperti Alzheimer dan ADHD. Hal ini dikarenakan, selama bermain game, otak kita dituntut untuk bekerja keras mengatur fungsi kognitif (misalnya perencanaan strategi) yang dibarengi dengan kerja fungsi motorik yang kompleks (misalnya, sambil melihat layar kita juga harus menggerakkan tangan untuk memainkan joystick atau menekan tombol).

Penulis: dr. Silbro Milsi Sa’dani, anggota IDI Serang

Tags: Klinik Kita
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bank bjb Teken MoU dengan Dana Pensiun Pertamina

Next Post

Bank Indonesia Banten Sosialisasi QRIS di Cilegon

Related Posts

PDP Bukan Berarti Positif Corona
Uncategorized

PDP Bukan Berarti Positif Corona

by Aas Arbi
Rabu, 8 April 2020 18:01

Tampaknya belakangan kepanikan mengenai corona adalah pemandangan yang tak asing. Bahkan di beberapa tempat kepanikan itu berujung tindakan anarkistis. Itu...

Read moreDetails

Minum Minyak Saat Hamil, Bisa Bikin Lancar Persalinan?

Dampak Minum Kopi

Peran Tabir Surya untuk Kulit

Asma Tidak Menular

Mitos dan Fakta Seputar Donor Darah

Ayo! Tertib Administrasi Surat Kematian

Senggama Saat Hamil Berbahayakah?

dr Boyke Isi Seminar Kesehatan di Kopassus Serang

Next Post
Bank Indonesia Banten Sosialisasi QRIS di Cilegon

Bank Indonesia Banten Sosialisasi QRIS di Cilegon

Harga Colt Diesel dan Fuso Naik

Harga Colt Diesel dan Fuso Naik

Teks Pidato Nadiem Makarim untuk Peringatan Hari Guru Nasional Beredar di Masyarkat

Teks Pidato Nadiem Makarim untuk Peringatan Hari Guru Nasional Beredar di Masyarkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Haflatul Qur’an ke-6 Al-Izzah Serang, Cetak Generasi Qurani Berkarakter

Haflatul Qur’an ke-6 Al-Izzah Serang, Cetak Generasi Qurani Berkarakter

Sabtu, 13 Juni 2026 17:18
E PKK

Jadi Percontohan Penyangga IKN, Diskominfo Tangsel: E-PKK Bukan Sekadar Administrasi Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 16:50
Intan Dorong Penguatan Kolaborasi untuk Majukan Sektor Perikanan dan Peternakan di Tangerang

Intan Dorong Penguatan Kolaborasi untuk Majukan Sektor Perikanan dan Peternakan di Tangerang

Sabtu, 13 Juni 2026 15:33
Simpan Sabu Dalam Kemasan Permen dan Sedotan, Polisi Tangkap Pengedar di Cilegon

Simpan Sabu Dalam Kemasan Permen dan Sedotan, Polisi Tangkap Pengedar di Cilegon

Sabtu, 13 Juni 2026 15:26
Bawaslu Laksanakan Pengawasan Coktas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Bawaslu Laksanakan Pengawasan Coktas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Sabtu, 13 Juni 2026 15:21
Pembangunan Serang Convention Center Butuh Rp230 Miliar, Diproyeksi Jadi Sumber PAD Baru

Pembangunan Serang Convention Center Butuh Rp230 Miliar, Diproyeksi Jadi Sumber PAD Baru

Sabtu, 13 Juni 2026 14:46
Haflatul Qur’an ke-6 Al-Izzah Serang, Cetak Generasi Qurani Berkarakter

Haflatul Qur’an ke-6 Al-Izzah Serang, Cetak Generasi Qurani Berkarakter

Sabtu, 13 Juni 2026 17:18
E PKK

Jadi Percontohan Penyangga IKN, Diskominfo Tangsel: E-PKK Bukan Sekadar Administrasi Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 16:50
Intan Dorong Penguatan Kolaborasi untuk Majukan Sektor Perikanan dan Peternakan di Tangerang

Intan Dorong Penguatan Kolaborasi untuk Majukan Sektor Perikanan dan Peternakan di Tangerang

Sabtu, 13 Juni 2026 15:33
Simpan Sabu Dalam Kemasan Permen dan Sedotan, Polisi Tangkap Pengedar di Cilegon

Simpan Sabu Dalam Kemasan Permen dan Sedotan, Polisi Tangkap Pengedar di Cilegon

Sabtu, 13 Juni 2026 15:26
Bawaslu Laksanakan Pengawasan Coktas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Bawaslu Laksanakan Pengawasan Coktas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Sabtu, 13 Juni 2026 15:21
Pembangunan Serang Convention Center Butuh Rp230 Miliar, Diproyeksi Jadi Sumber PAD Baru

Pembangunan Serang Convention Center Butuh Rp230 Miliar, Diproyeksi Jadi Sumber PAD Baru

Sabtu, 13 Juni 2026 14:46

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Haflatul Qur’an ke-6 Al-Izzah Serang, Cetak Generasi Qurani Berkarakter

Haflatul Qur’an ke-6 Al-Izzah Serang, Cetak Generasi Qurani Berkarakter

by Yusuf Permana
Sabtu, 13 Juni 2026 17:18

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Yayasan Al-Izzah Serang menggelar Haflatul Qur'an ke-6 Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat dan rasa syukur, Sabtu...

E PKK

Jadi Percontohan Penyangga IKN, Diskominfo Tangsel: E-PKK Bukan Sekadar Administrasi Digital

by Agung S Pambudi
Sabtu, 13 Juni 2026 16:50

CIPUTAT,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyampaikan transformasi digital di tingkat dasar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak