BAROS – Aliran Irigasi Kali Cipareang di Desa Baros, Kecamatan Baros sempat meluap pada Kamis (9/1) pukul 05.00 WIB dini hari dan menyebabkan banjir. Kali Cipareang yang mengalami pendangkalan akan dikeruk untuk melancarkan laju air dan mengantisipasi banjir susulan.
Turut meninjau ke lokasi Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Camat Baros Basuki Mindar, didampingi unsur pimpinan Kecamatan Baros dan sejumlah tokoh pemuda Baros.
Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten dan Dinas PUPR Kabupaten Serang untuk segera mengirim alat berat untuk pengerukan. “Tadi pagi sempat banjir karena instensitas hujan tinggi dan kalinya dangkal, jadi harus dikeruk,” kata Edhi kepada Radar Banten.
Selain adanya pendangkalan, kata Edhi, meluapnya air di Kali Cipareang sehingga menyebabkan banjir juga karena faktor penyempitan saluran air. Ada sejumlah jembatan di depan rumah warga yang terlalu rendah sehingga terjadi penumpukan sampah. “Tadi sudah koordinasi dengan warga, hasilnya kami akan membongkar jembatan itu,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi aliran kali Cipareang. Jika tahap pengerukan sudah dilaksanakan dan masih menyebabkan banjir, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian, Pemkab Serang dan Pemprov Banten untuk dilakukan normalisasi “Kalau memang masih banjir, maka kami segera menormalisasi,” ujarnya.
Namun Ulum mengimbau agar warga ikut serta menjaga dan merawat kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke kali. (Haidar)










