CILEGON – Setelah banjir menerjang Kecamatan Ciwandan, sampah kayu menumpuk di Jalan Raya Anyar, Cigading, Kecamatan Ciwandan. Sampah berupa bongkahan kayu, potongan ranting, dan alang-alang memenuhi saluran air dan bahu jalan.
Selama dua hari terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan Dinas Lingkungan Hidup mengangkut sampah-sampah tersebut. Sudah sekira 34 kubik sampah yang diangkut kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung.

Pantauan Radar Banten, Jumat (31/1), petugas dari DLH Kota Cilegon menganggkut sampah kayu tersebut. Sampah berupa kayu gelondongan berbagai jenis pohon dan ukuran. Paling panjang ada yang mencapai sekira dua meter.
Koordinator Kebersihan pada DLH Kota Cilegon Antoilah saat ditemui di lokasi menceritakan, sejak banjir pada Rabu (29/1) lalu, sudah lebih dari 34 kubik sampah yang diangkut dari lokasi terdampak banjir. “Sampah pelastik mah hampir enggak ada. Banyaknya kayu, seperti itu (menunjuk tumpukan kayu),” ujar Anto.
Kata Anto, pada Kamis (30/1), sekira 20 kubik sampah yang berhasil diangkut petugas dan dibuang ke TPSA Bagendung. Sedangkan kemarin (31/1), lebih dari 14 kubik yang berhasil diangkut. Sampah-sampah tersebut sebelumnya berserakan di jalan dan saluran air.
Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Muhamad Ibrohim Aswadi menuturkan, Ciwandan merupakan salah satu wilayah langganan banjir. Seharusnya hal tersebut menjadi catatan penting pemerintah dan melakukan serangkaian upaya pencegahan seblum terjadi. “Pemerintah seharusnya sudah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan normalisasi, penghijauan, pelebaran aliran sungai, dan membuat kanal sodetan,” ujar politikus Partai Demokrat itu.
Sebagai anggota legislatif yang berasal dari daerah pemilihan Citangkil-Ciwandan, ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat. Ia berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret dengan melibatkan industri yang ada di Ciwandan.
Diketahui, sebanyak 18 lingkungan di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, terendam banjir, Kamis (30/1). Sebelumnya pada Rabu (29/1), Kecamatan Ciwandan juga terendam banjir namun saat itu hanya Jalan Raya Anyar-Cilegon, Kelurahan Tegalratu saja yang terendam.
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, 18 titik banjir tersebar di tiga kelurahan. Yaitu Kelurahan Kubangsari sebanyak sembilan titik, Kelurahan Kepuh enam titik, dan Kelurahan Tegalratu sebanyak tiga titik. Selain jalan nasional dan akses industri, banjir juga merendam permukiman warga. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 1,5 meter. (bam/ibm/ags)








