SERANG – Syah Abriayatna, salah satu mahasiswa asal Kabupaten Serang di Tiongkok sudah berada di kediamannya di Kampung Panimbang, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran. Nana, sapaan akrabnya, sudah kembali
berkumpul bersama keluarganya.
Rabu (5/2), sekira pukul 13.30 WIB, rumah keluarga Nana banyak didatangi
oleh petugas medis dan pemerintah kecamatan serta pemerintah desa. Dua
petugas medis dari Puskesmas Pabuaran mengenakan baju alat pengaman
diri (APD) menemui Nana. Sementara petugas lainnya bersama aparatur kecamatan dan desa mengenakan masker.
Petugas dengan perlengkapan APD itu kemudian menemui Nana di dalam
rumah. Mereka berbincang-bincang dengan Nana dan memeriksa kondisi
kesehatannya. Ada beberapa pesan yang disampaikan oleh petugas kesehatan itu kepada Nana selama berada di rumah.
Kepala Puskesmas Pabuaran dr Siti Lolo Sundarimani mengatakan, setelah hasil pemeriksaan, Nana dinyatakan sehat dan tidak ada gejala-gejala terkena virus corona. Nana juga sebelumnya sudah diperiksa di RSUD Banten.
“Jadi, alurnya dari Bandara, dibawa ke RSUD Banten, setelah itu baru diperbolehkan pulang,” katanya.
Meski demikian, pihaknya akan melakukan pemantauan khusus selama 14 hari kepada Nana. Selama 14 hari itu juga, Nana disarankan untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Barang-barang yang digunakan Nana untuk makan dan minum juga disarankan untuk dipisahkan dari anggota keluarga lain. “Berbicara harus pakai masker, untuk mengantisipasi saja,” ujarnya.
Setelah 14 hari tidak ada keluhan, Nana akan dinyatakan sehat dan bisa
beraktivitas seperti biasa. Selama masa pemantauan itu, pihaknya tidak memberikan obat khusus karena Nana tidak ada keluhan apapun. “Kita
sarankan untuk mengkonsumsi vitamin, termasuk keluarganya juga, supaya
daya tahan tubuhnya kuat,” terangnya.
Meski Nana dalam pantauan, ia meminta keluarga dan masyarakat tidak usah khawatir berlebihan. Karena, pada dasarnya Nana dalam kondisi
sehat. “Ini dalam rangka mengantisipasi saja, kita juga minta pihak keluarga jika ada keluhan flu dan gejala lainnya, segera lapor ke puskesmas,” katanya.
Sementara itu, Nana terlihat berdiam diri di dalam kamarnya. Ia belum bisa berbicara di hadapan wartawan terkait kondisinya saat ini. Dokter juga menyarankan jika ingin mewawancai Nana harus menggunakan masker dan tidak terlalu dekat.
NeneK Nana, Arlisah, mengatakan, Nana berangkat dari Tiongkok pada Selasa (4/2) pukul 08.00 WIB dan tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah di Bandara, Nana langsung dibawa ke RSUD Banten untuk diperiksa kesehatannya. “Pokoknya sampai di rumah itu menjelang subuh, itu dijemput sama pamannya,” katanya. (ROZAK)
CDC Ungkap Indonesia Berisiko Rendah Penularan Covid-19
JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan Indonesia termasuk negara dengan risiko penularan COVID-19 yang rendah,...
Read moreDetails








