SERANG – Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten menggelar Vaksinasi Covid-19 bertajuk ‘Kita Jaga Kyai’ di halaman Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang, Selasa (31/8).
Hal ini dilakukan karena selama Pandemi Covid-19 Baznas menerima laporan Kyai dan Santri termasuk kelompok yang rentan terpapar Covid-19.
Ketua Satgas Covid-19 pada Baznas Provinsi Banten Zaenal Abidin Syujai mengatakan, program vaksinasi ini untuk Kyai dan Santri serta masyarakat umum. “Target kita hari ini 500 orang. 35 persennya Kyai dan Santri. Programnya Kita Jaga Kyai atau KJK,” ujarnya kepada wartawan disela-sela acara.
Kata Syujai, program KJK merupakan program yang dihasilkan pada saat Rakornas Baznas seluruh Indonesia. Salah satu Resolusinya, setiap Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu membentuk Baznas.
“Karena Baznas programnya tentang keumatan. Setelah kita mengikuti banyak pemberitaan terkait terkonfirmasi positif Covid-19. Bagaimana Kyai Terjaga,” katanya.
Namun demikian, dirinya mengaku belum memiliki data Kyai dan Santri yang telah divaksin dan terpapar Covid-19. “Ini salah satu cara kita melaksanakan pencegahan penularan Covid-19,” ungkapnya.
Syujai menjelaskan, KJK ini merupakan program pertama yang digelar Baznas Provinsi Banten bekerja sama dengan Pemprov Banten untuk mengejar target herd immunity.
“Target 500 orang. Ini (pemberian dosis) kali pertama. Alhamdulillah masyarakat terlihat antusias. Vaksin yang disiapkan 1.000 vaksin,” terangnya.
Lebih lanjut, Syujai mengaku ada beberapa Kyai dan Santri menolak saat program vaksinasi Covid-19 dilaksanakan pemerintah. Sehingga, ke Baznas memiliki peran untuk menyosialiasikan program tersebut.
“Ada juga penolakan vaksin. Tapi, kita terus berupaya maksimal untuk memberikan pemahaman terhadap kelompok orang yang melakukan penolakan,” terangnya.
“Kami lebih berupaya mengedukasi terkait pentingnya vaksin. Dengan begitu mudah-mudahan program Vaksinasi bisa berjalan sesuai target,” tambah Syujai. (Fauzan)











