SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah melalui proses penelitian hampir satu dekade, produk minuman herbal berbasis royal jelly bernama ERJ300 resmi diluncurkan. Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi tim riset Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dengan PT Natura Alamindo Utama.
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Untirta dan PT Natura Alamindo Utama di Aula Multimedia Rektorat Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang, Selasa, 26 Mei 2026.
Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Untirta, Prof. Dr. Ir. Eka Sari menjelaskan, riset terkait royal jelly telah dilakukan selama hampir 10 tahun sebelum akhirnya memasuki tahap komersialisasi.
Menurut Eka, royal jelly merupakan senyawa alami yang memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung zat bioaktif 10-HDA yang dikenal baik untuk daya tahan tubuh.
“Royal jelly memiliki manfaat untuk imunitas, kekuatan otot, kecerdasan otak, kecantikan, bahkan membantu mengurangi stres,” ujar Eka.
Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir pihak industri mulai membutuhkan bahan tersebut dan Untirta menjadi salah satu pihak yang siap mendukung pengembangan berbasis riset.
Kolaborasi dengan PT Natura Alamindo Utama pun akhirnya terjalin hingga menghasilkan produk ERJ300.
Direktur Pemasaran PT Natura Alamindo Utama, Muhamad Haikal mengatakan, ERJ300 hadir sebagai alternatif produk penambah stamina berbahan alami di tengah dominasi produk berbasis zat sintetis di pasaran.
Menurutnya, produk tersebut telah melalui pengujian bersama tim peneliti Untirta dan menunjukkan manfaat peningkatan stamina yang cukup signifikan.
“Kami ingin menghadirkan produk stamina full natural ingredient. Efeknya cepat terasa karena sudah diekstrak dan distabilkan,” kata Haikal.
Ia juga memastikan pengembangan produk ke depan akan melibatkan bahan baku lokal Banten, termasuk mendorong penguatan petani madu lokal sebagai bagian dari dampak ekonomi masyarakat.
“Kerja sama dengan universitas ini manfaatnya tidak hanya bagi industri, tetapi juga diharapkan berdampak langsung kepada petani lokal,” ujarnya.
Selain pengembangan produk herbal royal jelly, Untirta dan PT Natura Alamindo Utama juga membuka peluang riset lanjutan terhadap komoditas herbal khas Banten seperti teh telang dan tanaman lokal lainnya.
Editor: Mastur Huda











