Beberapa penelitian menunjukan hampir 75 persen wanita yang mengalami menopause merasakan hal ini sebagai masalah dan sisanya tidak mempermasalahkannya. Karena ada banyak kekhawatiran yang menyelubungi pikiran wanita ketika memasuki fase ini. Walaupun kondisi ini adalah alamiah, tetap saja menopause dianggap sebagai kejadian yang menyedihkan pada sebagian wanita.
Terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi usia menopause, diantaranya pengaruh genetik, riwayat ovarektomi, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, usia menarche dan jumlah paritas lima gejala yang paling umum pada wanita menopause adalah gampang tersinggung (72,1 %), nyeri sendi (70,6%), nyeri punggung (61,2%), hot flushes (49,3%) dan sakit kepala (49,2%).ggung
Ini adalah Fase, Bukan Kutukan
Menopause telah menjadi sebuah perhatian Internasional. Seiring terjadinya peningkatan usia harapan hidup mengakibatkan bertambah pula jumlah wanita menopause di dunia. Seperti yang terjadi di Indonesia yang menunjukkan bahwa usia harapan hidup wanita lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, jumlah wanita menopause-di Indonesia bisa jadi akan terus meningkat.
Menopause merupakan hal yang pasti dan ilmiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Secara klinis menopause terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama satu tahun, yang diawali dengan tidak teraturnya periode menstruasi dan diikuti dengan berhentinya periode menstruasi. Dapat dikatakan bahwa menopause merupakan fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur.
Pada wanita menopause pembentukan hormon estrogen dan progesteron dari ovarium akan berkurang. Ovarium berhenti “melepaskan” sel telur sehingga aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti sama sekali. Pada masa ini terjadi penurunan jumlah hormon estrogen yang sangat penting untuk mempertahankan faal tubuh. Hormon estrogen memegang peranan penting dalam siklus reproduksi seorang wanita, juga memiliki efek protektif terhadap berbagai jenis penyakit seperti osteoporosis, kanker kolorektal, alzheimer, serta penyakit jantung coroner.
Berikut adalah beberapa cara untuk menghadapi menopause:
- Batasi konsumsi lemak
Batasi mengkonsumsi lemak. Sebaiknya hanya menggunakan lemak dengan asam lemak tak jenuh. Seperti alpukat, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang mete, almond, kemiri dan biji-bijian. - Perhatikan kebutuhan mikronutrien
Mikronutrien seperti vitamin dan kalsium sangat penting pada wanita menopause. Tambahkan vitamin dalam menu sehari-hari yaitu vitamin A, B, C, D, dan E sebagai antioksidan. Asupan kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, yogurt, ikan teri, sereal, kacang-kacangan dan hasil olahannya (tahu dan tempe) - Konsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen
Fitoestrogen merupakan suatu substrat dari tumbuhan yang memiliki aktivitas mirip estrogen.Jenis kacang-kacangan mengandung isoflavon yang fungsinya mirip estrogen contohnya kedelai. Selain itu juga terdapat pada sayuran seperti kol, wortel, dan bayam. - Olahraga
- Menghentikan kebiasaan buruk
Kebiasan merokok adalah salah satu yang harus dihentikan karena asap nikotin dapat membuat kulit wajah kering dan kusam. Berhenti merokok akan mengurangi gejala-gejala pada saat pre-menopause. - Berkonsultasi pada tenaga medis
Berkonsultasi dengan dokter, apalagi jika terdapat masalah kesehatan atau mempunyai gaya hidup yang memungkinkan munculnya masalah pada masa menopause. - Bersikap sabar dan menerima bahwa menopause adalah proses alamiah yang terjadi pada setiap perempuan.
(*/ADV)











