Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Memasuki usia Provinsi Banten ke 21 tahun, Pemprov Banten berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Meskipun di masa pandemi Covid-19, komitmen Pemprov Banten untuk terus membangun tetap dipegang teguh Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. Meningkatkan fasilitas kesehatan dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan hadirnya pemerintah untuk bisa meratakan pelayanan kesehatan.
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tahun ini Pemprov Banten membangun RSUD Banten delapan lantai. Pembangunan RSUD ini sebagai bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Kehadiran gedung baru delapan lantai ini tentu akan menambah daya tampung pelayanan RSUD.
Hal itu juga tentu akan menjadi milestone meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan di Banten. Sebelum pandemi Covid-19, daya tampung RS menjadi kendala di tengah masyarakat. Meski sebenarnya RS itu upaya kesehatan di tingkat hilir, tapi faktanya kini RS menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pembangunan RSUD Banten delapan lantai dilakukan sebagai pemenuhan akses pelayanan kesehatan dan menjadikan rumah sakit provinsi sebagai rumah sakit rujukan regional. “Dan ke depan, menjadi rumah sakit rujukan provinsi karena berada di Ibukota Provinsi Banten,” ujarnya.
Kata dia, Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten harus memiliki rumah sakit rujukan provinsi dan tipe B pendidikan yang nantinya dapat digunakan untuk pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Untirta.
Selain pembangunan RSUD Banten delapan lantai, Pemprov Banten juga berupaya memenuhi pelayanan kesehatan di Banten bagian selatan dengan membangun RSUD Cilograng dan Labuan. Bahkan, Pemprov Banten juga akan membangun RS jiwa dan ketergantungan obat. (*)











