Kementerian Pendidikan Kebudayaan Teknologi dan Riset RI menetapkan 48 SMK di Banten untuk mendapatkan program SMK Pusat Keunggulan (PK). Puluhan SMK PK itu, baik negeri maupun swasta tersebar di delapan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani berharap dengan ditetapkannya SMK PK, maka akan meningkatkan kompetensi siswa setelah tamat sekolah. “Dan bisa menyesuaikan dengan dunia usaha dan industri,” ujar Tabrani.
Hal itu juga sesuai dengan harapan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang ingin meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat Banten. Bahkan sesuai juga dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur yakni menciptakan Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan berakhlakul karimah. Maka, visi misi itu dapat mengalir melalui pembelajaran-pembelajaran di sekolah, termasuk SMK.
Kepala Bidang SMK Dindikbud Provinsi Banten Arkani mengatakan, program SMK PK memang fokus kepada pemasaran lulusan. Melalui program dari pemerintah pusat itu, SMK mampu meningkatkan networking dengan industri, sehingga lulusannya akan mudah terserap oleh dunia usaha dan industri. “Mulai dari kurikulum, PKL, uji kompetensi, magang guru, kelas industri, dan sebagainya. Sehingga ketika lulus, mudah terserap,” terangnya.
Tujuan institusional SMK adalah menghasilkan tenaga kerja. Maka secara utuh SMK berorientasi pada penyelarasan diri dengan dunia usaha atau dunia kerja, sebagai mitra untuk memasarkan lulusannya.
Di SMK PK, sekolah menggunakan kurikulum paradgima baru yang mengedepankan profil kompetensi pelajar Pancasila.
“Bukan saja ketrampilan motorik, tapi juga soft kill. Seperti menahan diri, menjaga diri. Bagaimana para siswa mencari jalan keluar apabila menghadapi persoalan saat bekerja. Adaptasi dunia kerja,” terang Arkani. (*)











