SERANG-Oknum pengunggah data guru dipanggil. Diduga, oknum tersebut ada di antara 815 nama guru dan tenaga kependidikan yang bocor.
Kepala UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tito Istianto mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Polda Banten. “Untuk mengetahui motifnya, kami lakukan pemanggilan,” ujar Tito, Minggu (7/11).
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Tito mengatakan, oknum tersebut mengunggah data guru itu di laman aplikasi untuk penyimpanan. Namun, belum diketahui kenapa data tersebut justru malah bocor dan dapat diakses secara umum. Bahkan, setelah ditelusuri, di aplikasi penyimpanan itu terdapat virus. “Jadi kami imbau masyarakat yang mendapat data itu jangan dibuka karena khawatir gadget atau laptop Anda justru terkena virus,” ungkapnya.
Ia mengaku sudah mengantongi nama bahkan nomor telepon pengunggah data tersebut. Hanya saja belum diketahui apakah yang bersangkutan adalah guru atau bukan. Namun, diperkirakan namanya ada di antara 815 nama di dalam data guru yang bocor tersebut.











