LEBAK – Delapan orang siswa yang menjadi korban sekolah ambruk di Cikotok, Kecamatan Cibeber, mengalami luka lebam dan lecet di bagian pundak hingga kaki. Mereka masih trauma dan merasakan ngilu di bagian pundak, punggung, tangan, dan kaki.
“Saat kejadian, saya sedang latihan seni degung di dalam ruangan bersama siswa yang lain. Tiba-tiba, atap bangunan runtuh dan menimpa para siswa,” kata Naila Salsabila, siswa Kelas 8C yang menjadi korban sekolah ambruk, Rabu (24/11).
Setelah tertimpa reruntuhan bangunan, dirinya sudah tidak ingat apa-apa lagi. Siswa berkerudung ini baru tersadar ketika mendapat perawatan medis di puskesmas.
“Saya enggak tahu lagi apa yang terjadi. Karena, setelah tertimpa material bangunan, saya pingsan dan baru sadar ketika dirawat di puskesmas,” jelasnya.
Diberitkan sebelumnya, Bupati Iti Octavia Jayabaya meninjau ruang laboratorium IPA SMPN 1 Cibeber yang ambruk pada Selasa (23/11) sekira pukul 13.15 WIB. Akibat kejadian tersebut, delapan orang siswa mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan di puskesmas.(Mastur)










