BNPT Gelar Dialog Kebangsaan
RANGKASBITUNG – Untuk menangkal radikalisme dan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar dialog kebangsaan di Kabupaten Lebak. Hadir dalam dialog kebangsaan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi Bin Yahya, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, dan Wakil Bupati Ade Sumardi.
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, BNPT melibatkan semua pihak untuk bersama-sama menyampaikan kontra-narasi terhadap propaganda radikalisme.
“Kami ingin melibatkan semua pihak untuk turut terlibat melawan radikalisme dan terorisme ini. Semakin banyak yang terlibat, akan semakin memperkuat ketahanan bangsa,” ungkap mantan Kapolda Banten ini.
Menurutnya, paham radikal maupun ideologi teroris telah mengganggu ketentraman negara. Untuk itu, agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap menjadi negara yang aman dan tentram, maka paham radikal maupun terorisme tidak boleh berkembang di negeri ini.
“Paham radikal sangat berbahaya karena niat para pelaku radikal tersebut merupakan pemaksaan untuk merusak dan mengganggu kedaulatan serta sistem pemerintahan Republik Indonesia,” ujarnya.











