SERANG – Minggu pagi ini Anda masih belum punya tujuan mau jalan-jalan kemana? Gak usah binggung. Yang penting kalau mau jalan-jalan harus disesuaikan dengan kondisi kantong dan cuaca.
Kalau Anda berkantong tebal dan mau berbelanja pakaian dan keperluan rumah tangga tentu tujuannya ke pasar atau mall. Tapi, kalau mau refresing dengan menghirup udara segar, tentu tujuannya ke tempat rekreasi alam terbuka, pegunungan atau ke pantai.
Nah, Sabtu (5/3/2022) kemarin, penulis mengajak serta rekan-rekan penggowes dari Safira Cycling Club (SCC) Permata Safira, Sepang, Kota Serang. Di antaranya Syahri, Didit, Imat, Eko dan Sarono gowes ke Situs Tasikardi, Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.
“Mau kemana tujuan kita Pak dhe,” tanya mas Didit, tim SCC yang sehari-harinya bekerja sebagai ASN pada Balai Cagar Budaya Serang.
“Yang deket-deket saja mas. Kita ke Tasikardi aja. Sudah lama gak kesana,” jawab pak dhe.
Nah, bagi Anda yang berada di seputaran Kota/Kabupaten Serang, Situs Tasikardi ini rekomended untuk dikunjungi. Hitung-hitung sambil mengenang kembali sejarah kejayaan Kesultanan Banten, sekalian piknik.
Letak Situs Tasikardi ini tidak jauh. Mudah dijangkau dari beberapa arah. Dari Kota Serang, ke arah perempatan Alun alun Kramatwatu. Belok kanan ke arah Masjid Agung, Banten Lama. Dari perempatan Alun alun Kramatwatu ini, hanya sekitar 3 kilometer. Letaknya sebelah kanan Jln Raya Banten Lama. Berada persis di tengah persawahan penduduk. Pas pertengahan antara Alun alun Kramatwatu – Masjid Agung Banten Lama. Anda juga bisa menuju Situs Tasikardi dari Masjid Agung, Banten Lama.
Pada plang papan nama yang terpasang di dalam komplek Situs, disebutkan bahwa Situs Tasikardi merupakan danau buatan yang berfungsi untuk air sungai sebelum dijernihkan di pangindelan. Dan, kemudian airnya dialirkan ke Keraton Surosowan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk kota. Situs Tasikardi dibangun pada pemerintahan Sultan Maulana Yusuf (1570 – 1580) oleh arsitek Belanda Hendrik Lucas Cardeel.
Di tengah danau dibangun pulau buatan yang diberi nama Pulau Kaputren. Semula difungsikan untuk bertafakur bagi ibunda Sultan.











