SERANG, RADAR BANTEN.CO.ID – KH Tb Khudori Yusuf terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indoensia (MUI) Kabupaten Serang. Ia mengungguli calon petahana, KH Rahmat Fathoni, setelah mendapatkan delapan suara dari jumlah 11 pemilik suara yang hadir.
KH Khudori terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 MUI Kabuoaten Serang di salah satu hotel di Kota Serang.
Semula, Musda diagendakan mulai Rabu (9/3/2022) hingga Kamis (10/3/2022). Namun, berjalan lebih cepat hingga selesai pada Rabu.
KH Khudori mengaku sebelumnya tidak berniat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Serang. Namun, dia mendapat dukungan dari berbagai organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Khairiyah, Mathla’ul Anwar, FSPP, dan organisasi lainnya.
Setelah terpilih menjadi Ketua Umum MUI Kabupaten Serang, KH Khudori Yusuf mengaku akan melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Kemudian, juga melakukan tambahan program kerja yang menjadi visi-misinya.
Menurutnya, MUI merupakan suatu wadah tempat berkumpulnya para ulama. Artinya, harus mampu menampung semua ulama dari berbagai organisasi kegamaan. Karena itu, pihaknya akan merangkul semua kalangan ulama di Kabupaten Serang.
“Baik itu dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Khairiyah, Mathla’ul Anwar, dan organisasi lainnya, kita akan menjalin kerja sama dengan organisasi-organisasi itu,” katanya, Kamis (10/3/2022).
Melalui ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah itu, kata dia, dapat hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
Kemudian, ia ingin memantapkan peran keulamaan. Artinya, para ulama benar-benar bisa memantapkan diri sebagai ulama. “Sebagaimana kita ketahui, ulama itu mengemban amanah dari Rasulullah sebagai warosatul ambiya, pewarisnya para nabi,” ujar Rois Syuriah PCNU Kabupaten Serang ini.
Menurutnya, para nabi menjalankan tugasnya bukan hanya pada keagamaan saja. Akan tetapi, juga perekonomian, pendidikan, sosial, dan sebagainya. “Kita harus melanjutkan peran para nabi yang tugasnya begitu berat,” ucapnya.
Disamping itu, KH Khudori menyampaikan bahwa momentum Musda bukan dijadikan sebagai persaingan. Akan tetapi, sebagai sarana silaturahmi para ulama di Kabupaten Serang. “Semua yang ikut di Musda itu teman saya,” ujarnya.
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Agus Priwandono











