SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung mengadakan Training of Trainer kepada perwakilan serikat pekerja wilayah Banten seperti Serikat Pekerja Nasional, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman yang optimal kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom BPJS Kesehatan Bakalbalam (31/03) diisi oleh beberapa pemateri dari BPJS Kesehatan Cabang Serang, BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, RS Hermina Ciruas dan RS Siloam Lippo Village.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Dasrial, dalam sambutannya mengatakan Training of Trainer yang dilaksanakan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi sebelumnya yang bertujuan untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh terkait pelayanan dan inovasi terkini program JKN-KIS bagi Serikat Pekerja khususnya diwilayah kerja Provinsi Banten.
“Kegiatan Training of Trainer yang hari ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan melalui optimalisasi pemberian informasi sekaligus penguatan engagement stakeholder dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program JKN terutama dengan para serikat pekerja,” tutur Dasrial.
Dasrial juga menambahkan, kooordinasi dan komunikasi dari sosialisasi tersebut juga bertujuan untuk menyamakan persepsi atas pelaksanaan program JKN-KIS. Sehingga dapat menjadi wadah penyampaian saran, gagasan yang dapat menjadi pemecahan masalah bagi para pihak, mengingat saat ini layanan digitalisasi sedang banyak digandrungi.
“Sampai dengan Februari 2022 sebanyak 27.520 fasilitas kesehatan (FKTP, FKRTL, dan apotek) telah memanfaatkan Health Facilities Information System yang dikembangkan BPJS Kesehatan untuk menyampaikan data profil fasilitas kesehatan yang bekerja sama. Kemudian, sebanyak 23.360 FKTP menggunakan aplikasi P-Care untuk mencatat pemberian pelayanan kepada peserta JKN-KIS dan untuk melakukan penagihan klaim non kapitasi. Sementara di tingkat rujukan, sebanyak 2.816 rumah sakit sudah memanfaatkan Virtual Claim untuk memproses pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan,” terang Dasrial.
Diketahui inovasi baru lainnya juga terus digencarkan pihak BPJS Kesehatan, yaitu terkait antrean online, dimana peserta cukup dari rumah untuk mengakses antrean di layanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN yang dapat bapak/ibu unduh melalui Google play store dan app store.
Sementara itu, Wakil Ketua SPN Banten Theodora Gultom mengaku menyambut baik kegiatan tersebut.
“Dengan acara inibBPJS Kesehatan dan Serikat Pekerja dapat berdiskusi secara langsung mengenai implementasi program JKN-KIS dilapangan saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan itupun menjadi wadah bagi serikat untuk menyampaikan saran dan harapan baik kepada pihak BPJS Kesehatan maupun Rumah Sakit. (*)











