LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sulastini Merasa beruntung menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan.
Hal itu dirasakan oleh warga Cibadak, Kabupaten Lebak itu lantaran belum lama ini anaknya, Fadly Lesmana yang masih berusia sekira dua tahun jatuh sakit.
Anak lelaki kesayangannya itu bahkan harus masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menjalani perawatan selama beberapa hari untuk memulihkan kesehatannya.
“Alhamdulillah gak keluar biaya, anak saya sampai sembuh,” ujar Sulastini.
Sulastini mengaku tidak bisa membayangkan besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pengobatan dan perawatan jika tanpa BPJS Kesehatan.
Jika tidak terdaftar di kepesertaan BPJS Kesehatan, beban yang dirasakan oleh Sulastini akan semakin berat.
Jika tanpa BPJS Kesehatan, Sulastini dan keluarga tidak hanya menghawatirkan kondisi kesehatan anak, tapi juga biaya yang harus dikeluarkan.
“Makanya (program BPJS Kesehatan) jangan sampai dihapus, kasihan orang orang kaya saya,” tuturnya
Perempuan berusia 32 tahun itu berharap BPJS Kesehatan tetap ada dengan berbagai terobosan baru yang memudahkan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak usah ragu menjadi peserta BPJS Kesehatan, serta membayar iuran tepat waktu.
Sampai dengan 1 April 2022, jumlah kepesertaan JKN-KIS wilayah Kabupaten Lebak telah mencapai 1.251.708 peserta, atau 86,85% dari jumlah penduduk yaitu 1.441.291 jiwa. Hal tersebut tidak terlepas dari peran seluruh stakeholder baik Pemerintah dan masyarakat yang terus bergotong royong untuk meningkatkan Jaminan Kesehatan di wilayahnya. (*)











