SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tiga bulan sudah Jalan Raya Taktakan-Gunungsari, Kota Serang belum tersentuh perbaikan. Sebelumnya, jalan tersebut terkena longsor akibat hujan deras yang mengguyur Kota Serang pada 1 Maret 2022.
Pantauan Radar Banten, lubang besar tampak menghiasi hampir sepertiga badan jalan tepatnya di depan TPAS Cilowong. Lubang akibat longoran tembok penahan tanah (TPT) area TPAS Cilowong ini baru ditutupi oleh barrier beton.
Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan roda empat yang melintas harus antre. Apalagi dari arah berlawanan melaju kendaraan roda empat. Salah satu kendaraan harus menunggu kendaraan lainnya berasal dari arah berlawanan melintas. “Sempat ada katanya dari PUPR Provinsi Banten meninjau lokasi. Tapi, sudah tiga bulan belum ada perbaikan,” tutur Muhdi, warga Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan kepada Radar Banten, Kamis (23/6).
Menurut Muhdi, Pemprov Banten baru memasang barrier beton atau pembatas jalan di dua lokasi titik longsor. “Belum ada. Dikira saya mau cepat. Kalau ada dua mobil memang harus hati-hati. Tadi lihat sendiri kan?,” tuturnya.
Dia khawatir kerusakan jalan akan semakin parah lantaran lambat diperbaiki. Terlebih, jika ada hujan besar kembali mengguyur area tersebut. “Saya khawatir kalau ada hujan besar lagi. Kemungkinan bisa terjadi longsor lagi, karena di bawah jalan belum ditahan,” ungkapnya.
Warga lain, Jaman mengaku risih saat melintas di jalan tersebut. Dia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.
“Pengennya mah segera diperbaiki. Saya enggak tahu tugas siapa, yang penting diperbaiki,” harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang Iwan Sunardi mengaku telah mengusulkan perbaikan TPT dan jalan ke Pemprov Banten. “Infonya tahun ini (2022) untuk jalannya. Sepertinya, nunggu proses lelang di PUPR Provinsi Banten. Kalau TPT mungkin tahun depan (2023),” terangnya. (fdr/nda)











