LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Para nelayan di perairan Lebak bagian selatan menggeluh karena hasil tangkap ikan akhir-akhir ini menurun.
Hal itu diduga akibat pengaruh badai yang kerap melanda perairan Lebak Selatan sejak awal bulan Agustus 2022 ini.
Wading Griana, salah satu nelayan asal Kecamatan Wanasalam mengatakan, badai kerap terjadi di waktu sore hingga malam hari saat nelayan melaut. Akibatnya, hasil tangkap ikan menurut drastis.
“Cuacanya sekarang kurang mendukung, nih kalau siang hari cuacanya cerah, tapi di sore atau malam hari itu suka badai. Jadinya yang biasanya dapat ikan sampai 1 ton per hari, sekarang setengahnya aja jarang,” kata Wading, Kamis, 18 agustus 2022.
Wading mengatakan, karena cuaca itu, para nelayan hanya bisa mencari ikan hanya siang hari saja.
Wading mengaku kerap mendapatkan hasil yang tidak memuaskan, sehingga dirinya tidak bisa menjual ikan. Hnya untuk di konsumsi saja oleh keluarganya di rumah. Bahkan, katanya, karena cuaca yang ekstrem ini, banyak nelayan yang terpaksa beralih menjadi tukang ojek atau hanya sekadar tukang kapal.
“Kalau cuacanya kurang mendukung kadang saya juga ngojek di pasar Binuangeun, lumayan aja buat jajan anak di rumah, dan yang penting masih bisa makan,” akunya.
Hasil tangkap ikan yang berkurang akibat cuaca ekstrem ternyata juga dikeluhkan oleh para pedagang ikan di tempat pelelangan ikan Binuangeun, Kecamatan Wanalasam.











