LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggeluarkan peringatan dini cuaca ekstren berupa hujan deras yang dapat disertai dengan angin kencang dan kilatan petir hingga beberapa hari ke depan.
Peringatan dini itu berlaku hingga 8 Oktober 2022.
Kepala Pelaksana BPBD Febby Rizki Pratama mengatakan, cuaca ekstrem itu disebabkan oleh adanya fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO), yaitu adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin pada atmosfer yang dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
“Berdasarkan dari rilis BMKG, fenomena MJO itu berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin sehingga dapat memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Lebak dalam beberapa hari ke depan,” kata Febby kepada Radar Banten, Senin 3 Oktober 2022.
Febby mengatakan, terdapat dua Kecamatan di Kabupaten Lebak yang terdampak dari adanya fenomena MJO itu yakni Kecamatan Banjarsari dan Cileles. Namun, tidak menutup kemungkinan dampak dari fenomena itu juga akan dirasakan oleh wilayah lainnya, meninggat Lebak sendiri merupakan wilayah yang rawan akan bencana alam.
Ia menerangkan, di Lebak terdapat 16 Kecamatan yang rawan banjir yakni Rangkasbitung, Kalanganyar, Cipanas, Curugbitung, Muncang, Sobang, Lebak Gedong, Cibeber, Cilograng, Bayah, Cihara, Cigemblong, Bojongmanik, Banjarsari, Leuwidamar, dan Cimarga. Selain itu, ada juga 14 Kecamatan di Lebak yang masuk zona rawan longsor.
“Kita mengimbau kepada warga Lebak untuk selalu waspada, khususnya didaerah yang rawan banjir longsor karena meninggat akan potensi badai dampak dari fenomena itu, “kata Febby.
Febby juga meminta kepada para nelayan yang berada di pesisir Lebak bagian selatan untuk tidak terlebih dahulu pergi melaut, sebab dampak fenomena MJO itu diperdiksi akan menyebabkan badai dilautan hingga gelombang tinggi.
“Kalaupun akan pergi melaut, kita minta nelayan untuk melihat cuaca terlebih dahulu. Karena fenomena ini juga diprediksi akan menyebabkan gelombang tinggi hingga 4 meter,” tandasnya.
Relawan Kecamatan Cibeber BPBD Lebak Sukarman mengaku sudah menyebarkan peringatan dini itu kepada warga di Kecmatan Cibeber. Hal itu, kata Suparman, perlu dilakukan sebab Cibeber sendiri merupakan wilayah rawan bencana longsor.
“Peringatan dini ini sudah saya sampaikan kepada warga melalui Desa-desa. Kita harap warga bisa selalu waspada, khususnya jika hujan tengah mengguyur wilayah Cibeber. Sebab, Cibeber ini sangat rawan akan longsor,” pungkasnya.(adv)











