SERANG – Pencegahan stunting memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektor di seluruh tingkatan pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Dalam rangka mendukung program dan strategi pemerintah untuk percepatan penurunan stunting, PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB) selaku pemilik PLTU Jawa 7 melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan.
Pada program tersebut, SGPJB bersinergi dengan beberapa stakeholders terkait yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Kecamatan Bojonegara, dan LAZ Harfa Banten.
Jumat (28/10/2022) dilaksanakan Kick Off Meeting Program CSR Kesehatan PT SGPJB di Lapangan Kampung Pangsoran, Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Acara tersebut dihadiri oleh Bambang Supriyatno selaku Asisten Direktur General Affairs PT SGPJB, drg Agus Sukmayadi selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Kurnianto selaku Kanitsamapta Kepolisian Sektor Bojonegara, Abdur Rokhim selaku Babinsa Bojonegara, Camat Bojonegara Sutikno, Mukri selaku Direktur Funding LAZ Harfa Banten, dan warga desa Bojonegara.
Asisten Direktur General Affairs PT SGPJB Bambang Supriyatno memaparkan bahwa ada 4 (empat) sub program CSR kesehatan PT SGPJB. Pertama, pemeriksaan pemeriksaan kesehatan pernafasan dan penyakit tidak menular. Kedua, pengentasan stunting. Ketiga, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita. Keempat, bantuan alat kesehatan.
Bertepatan dengan pelaksanaan Kick Off Meeting, dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan pernafasan dan penyakit tidak menular untuk warga masyarakat sebagai awal pelaksanaan Program CSR Kesehatan PT SGPJB. Kegiatan berjalan tertib dan lancar berkat dukungan pengamanan dari Polda Banten dan Korem 064/Maulana Yusuf.

Untuk pelaksanaan sub program pengentasan stunting, PT SGPJB bekerja sama dengan Puskesmas Bojonegara. Bersama-sama dengan Puskesmas Bojonegara, PT SGPJB akan melakukan pemetaan target dan sasaran program untuk persiapan kebutuhan dan fasilitas pendukungnya. “Pelaksanaannya nanti dalam bentuk pos gizi,” ujar Bambang.
Selanjutnya Bambang menjelaskan mengenai sub program pemberian makanan tambahan. Program tersebut menyasar ibu hamil dan anak-anak yang sekaligus merupakan upaya preventif terkait pengentasan stunting. “Kita memberi makanan tambahan yang bergizi seperti biskuit dan lain sebagainya,” katanya.
Adapun untuk sub program bantuan alat kesehatan, diberikan untuk melengkapi kebutuhan pelayanan kesehatan di Posyandu yang pelaksanaannya dikoordinir melalui Puskesmas. “Bantuan alat kesehatan berupa alat timbangan, termometer, dan alat lainnya di Posyandu,” tutur Bambang.
Rangkaian Program CSR Kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PT SGPJB untuk masyarakat di sekitar. “Insya Allah program ini akan dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, drg. Agus Sukmayadi, mengapresiasi Program CSR Kesehatan PT SGPJB. Menurutnya, program ini membantu hajat hidup orang banyak. Agus mengatakan, pihaknya butuh bantuan dari berbagai pihak termasuk dari pihak industri. “Program ini sangat bagus, sehingga kami harapkan industri lainnya juga dapat melakukan hal yang sama,” ujarnya. (Adv)











