RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sedang gencar membangun trotoar jalan raya.
Namun, pembangunan trotoar di beberapa tempat justru menutup saluran drainase dan hal ini berpotensi menyebabkan genangan baru.
Aktivis lingkungan hidup, Ade Yunus menyoroti pembangunan trotoar yang justru mengorbankan saluran drainase ini. Salah satunya terjadi di Kavling Pemda dekat TPU Prapatan Kantor dan di Jalan Beringin Raya.
Menurut Ade, di lokasi tersebut trotoar dipaksakan dibangun diatas saluran drainase dan di wilayah lain pembangunan trotoar tanpa adanya lubang Buangan air hujan
Atas temuan itu, Ade meminta Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengevaluasi oengawasan pengerjaan trotoar yang serampangan tersebut.
“Kami meminta Walikota Tangerang memberi tuguran kepada Perencana dan Pengawas Dinas PUPR Kota Tangerang serta pelaksana proyek. Kalau tidak, masalah ini akan menimbulkan titik genangan baru dikemudian hari,” tegas Ade, Senin 21 November 2022.
Ade mengatakan, pembuatan trotoar seharusnya ditempatkan pada sisi luar bahu jalan atau sisi luar jalur lalu lintas dan dibuat sejajar dengan jalan.
“Selain itu penempatan trotoar sedapat mungkin ditempatkan pada sisi dalam saluran drainase. Jangan justru menimbun saluran drainase yang sudah ada. Dan apabila air tersembat akan sulit membuka dan membersihkan saluran drainase,” jelasnya.
Ade juga mengkritik kebijakan pembangunan trotoar yang dibangun disembarang tempat, sehingga tidak memiliki fungsi apapun.
“Misalnya pembangunan trotoar ditempatkan di lokasi yang tidak pernah dilalui oleh pejalan kaki, seperti di Kawasan Industri Pabuaran, sementara di Permukiman yang banyak dilalui pejalan kaki, malah tidak ada trotoar Inikan mubazir pembangunannya,” jelasnya.
Reporter: Syaiful Adha.
Editor: Ahmad Lutfi











