PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) butuh tenaga relawan kebencanaan.
Hal itu karena, Pandeglang menjadi daerah rawan bencana dengan 14 jenis bencana di semua wilayah Kota Badak.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan tenaga relawan kebencanaan.
Meskipun saat ini ada beberapa relawan kebencanaan dari instansi lain, namun hal itu belum bisa memaksimalkan penanganan bencana di Pandeglang.
“Relawan kita masih kurang, apalagi yang dibawah BPBDPK,” katanya, kemarin.
Menurut Rahmat, dalam satu kampung ada dua relawan kebencanaan agar memudahkan penanganan pada saat dan setelah terjadi bencana alam.
“Penanganan kebencanaan itu harus cepat dan tanggap. Kalau jumlah relawannya kurang tentu akan berpengaruh. Tetapi, dengan jumlah yang ada, kita akan optimalkan penanganan kebencanaan,” katanya.
Rahmat mengatakan, ada 14 jenis bencana alam di wilayah Kabupaten Pandeglang, mulai dari banjir, kekeringan, tanah longsor, gempa bumi, hingga bencana tsunami.
Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan banyak tenaga relawan kebencanaan.
“Karena kita masuk dalam zona rawan bencana, tentunya kita membutuhkan banyak relawan dan ketersediaan logistik,” katanya.
Kepala BPBDPK Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penanganan sebelum bencana, pada saat bencana, hingga setelah terjadi bencana.
“Kita juga sudah membahas mengenai antisipasi dan penanganan pertama kebencanaan,” katanya.
Taufik mengaku, penanganan kebencanaan di Pandeglang hingga saat ini berjalan dengan baik. Meskipun, lanjutny, pihaknya masih kekurangan personel dan sarana penunjang lainnya.
“Ditengah kekurangan, kita selalu berupaya agar penanganan kebencanaan ini berjalan dengan baik, sebagai upaya meminimalisir keurigan materil dan non materil,”katanya.(*)
Reporter : Adib
Editor: Ahmad Lutfi











