SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Para calon kepala sekolah dan pengawas SMA/SMK/SKh dilantik Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar di gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Jumat (16/12). Mereka kaget karena diberitahu secara mendadak.
Pengawas Sekolah Wilayah Kota Cilegon Nur Badriah mengaku dihubungi tengah malam. “Ditelepon tengah malam, sampai enam kali gak keangkat. Pas saya telepon lagi ternyata ada arahan ke Pendopo pagi ini untuk pembinaan. Gak ada info pelantikan. Tapi pakai baju hitam putih,” ujar Nur Badriah.
Saat tiba di Pendopo, Nur Badriah kaget karena ternyata dilantik sebagai Pengawas. Perempuan yang selama ini bekerja sebagai guru di SMAN 5 Kota Cilegon ini mengaku bersyukur karena telah dilantik setelah empat tahun menunggu.
Kata dia, seleksi sudah dilakukan Februari 2018. Kemudian pada 2020 ada tes subtansi dan lainnya. Setelah dinyatakan lulus, tahun 2021 ia mengikuti diklat selama dua bulan penuh mulai dari online dan offline pada November sampai Desember.
“Kita punya daya juang tinggi untuk memajukan pendidikan di Banten, ini baru pertama kali kita di pengawas itu dilakukan tes dan diklat,” tuturnya. Ia mengatakan, sudah menunggu selama empat tahun menunggu sejak seleksi berkas. Dari 178 orang calon pengawas SMA/SMK/Skh yang dilantik 30 SMK dan 25 SMA.
“Perasaaan itu senang dan terharu, malah kita semakin ingin membuktikan bahwa kita orang yang pas, jadi jangan sampai setelah dilantik malah melempem dan malah evaluasinya jelek,” tandasnya.
Hal serupa disampaikan Siti Mulyawati. Guru SMAN 1 Petir yang dilantik sebagai Kepala SMAN 11 Pandeglang ini mengaku baru mengetahui ada pelantikan saat dirinya tiba di Pendopo. “Dari semalam hape saya matikan karena dicharge. Pagi baru dinyalakan tapi saya baru lihat hape saat di sekolah katanya ada pembinaan di Pendopo. Langsung ke sini,” ujarnya.
Siti mengaku bersyukur telah dilantik sebagai kepala sekolah setelah menanti selama satu tahun. “Perasaan campur aduk. Gembira tapi memang dihadapkan dengan pekerjaan yang luar biasa,” tuturnya.
Ia mengaku penantian untuk menjadi kepala sekolah tidak terlalu lama, hanya satu tahun, berbeda dengan pengawas yang hampir empat tahun. Tahapan untuk menjadi kepala sekolah mulai pada Maret 2021. “Tes, wawancara substansi, diklat,” tuturnya.
Reporter: Rostina
Editor: Merwanda











