TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-
Nama Ridwan Saidi cukup dikenal di Kota Tangerang Selatan. Dirinya kerap diundang dalam berbagai acara oleh Pemkot Tangsel.
Salah satu kontribusinya di Kota Tangsel adalah menjadi juri pada sayembara desain Bundaran Maruga, Ciater. Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel memilih Ridwan Saidi sebagai juri karena kapasitasnya sebagai budayawan.
Menurut Benyamin, pemikiran Ridwan Saidi dibutuhkan, karena Bundaran Maruga harus dibangun berdasarkan nilai historis dan berlandaskan pada kebudayaan, sehingga Bundaran Maruga memiliki ensitas dan identitas.
“Seluruh pihak dilibatkan dalam desain bundaran Maruga, salah satunya babeh Ridwan Saidi yang kami minta dapat menggali nilai historis dari Bundaran Maruga dan harus mendapat sentuhan budaya dalam konstruksi modernnya,” ujar Benyamin usai menghadiri acara di Hotel Swiss Bell, Serpong, Senin 26 Desember 2022.
Benyamin mengaku merasa kehilangan atas kepergian Ridwan Saidi. “Saya sedih ya, tapi orang baik itu meninggalnya cepat, enak. Mudah-mudahan almarhum Husnul Kotimah,” jelasnya.
Sayembara Bundaran Maruga selesai pada 30 September 2022 dan Matra Studio terpilih sebagai pemenang sayembara desain.
Desain Bundaran Maruga diberi nama Blandongan Kota. Bunga Anggrek kemudian dipilih sebagai ikon Kota Tangsel. Bunga Anggrek ini juga yang akan menyatukan berbagai ornamen pada desain Bundaran Maruga dan kawasan disekitarnya.
“Kalau di Jakarta ada Monas, di Surabaya ada buaya dan hiu, maka di Kota Tangsel ada bunga Anggrek,” ujar ketua tim Matra Studio, Rizki Tridamayanti Siregar beberapa waktu lalu.
Rizki melanjutkan, Walikota Tangsel Benyamin Davnie juga menekankan pentingnya unsur budaya dalam pembuatan desain Bundaran Maruga, sehingga selain dari bunga Anggrek, ia dan tim juga kemudian merumuskan budaya Betawi kedalam desain arsitektur.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Mastur











