KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan layanan Bus Sekolah Gratis tetap beroperasi. Walaupun terjadi lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamina Dex yang kini mencapai Rp27.900 per liter.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Tangsel, Achmad Arofafah mengatakan, kenaikan harga BBM tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional armada bus sekolah milik pemerintah daerah.
Menurutnya, saat penyusunan anggaran tahun 2026, pihaknya memperhitungkan harga Pertamina Dex senilai Rp14.500 per liter. Namun, lonjakan harga yang terjadi saat ini membuat pihaknya harus melakukan evaluasi anggaran.
“Tahun ini kami menganggarkan sekitar Rp47 juta per bulan saat harga Pertamina Dex masih Rp14.500 per liter. Dengan kondisi sekarang tentu membuat kami harus melakukan penyesuaian,” ujar Achmad Arofafah di kantornya, Rabu 6 Mei 2026.
Kata dia, pihaknya tengah menyiapkan langkah pergeseran anggaran agar layanan bus sekolah gratis tetap berjalan dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. “Kami sedang memikirkan bagaimana caranya agar pelayanan ini tidak terganggu. Bisa melalui pergeseran anggaran ataupun pengajuan tambahan anggaran,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, dengan kondisi harga BBM saat ini, kekuatan anggaran operasional bus sekolah hanya mampu bertahan hingga Agustus 2026. “Kalau mengikuti harga sekarang, anggaran kami cukup sampai Agustus,” ungkapnya.
Meski begitu, Sudrajat memastikan seluruh armada bus sekolah masih tetap beroperasi normal dan melayani pelajar setiap hari. Program bus sekolah gratis tersebut memberikan banyak manfaat. Mulai dari membantu akses transportasi pelajar, mengurangi kemacetan saat jam sibuk sekolah, hingga menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
“Kalau anak-anak sudah menggunakan bus sekolah, itu bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan dan mengurangi kendaraan menuju sekolah,” ujarnya. Antusiasme pelajar terhadap layanan ini juga terus meningkat.
Pengguna Bus Sekolah Gratis Naik Drastis
Berdasarkan data, jumlah siswa yang menggunakan bus sekolah naik drastis dari 42.466 siswa pada 2024 menjadi 98.066 siswa pada 2025 atau meningkat sekitar 131 persen. Untuk memaksimalkan pelayanan, Dishub juga membuat grup WhatsApp di setiap jalur bus yang melibatkan sopir, orang tua, dan siswa agar proses penjemputan lebih efektif. “Kami buat grup WA per jalur supaya titik penjemputan lebih terpantau dan bus tidak berjalan kosong,” pungkasnya.
Program Bus Sekolah Gratis sendiri mulai berjalan sejak 2023 dan diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD dan SMP di Tangsel. Awalnya, layanan tersebut hanya menggunakan lima armada, namun pada 2024 jumlahnya bertambah menjadi 10 unit karena tingginya minat pelajar. “Demand siswa yang menggunakan bus sekolah terus meningkat. Awalnya lima unit, kemudian bertambah menjadi 10 unit,” ujarnya.
Dari total 10 armada yang beroperasi di sembilan rute sekolah di Tangsel, sebanyak lima unit merupakan kendaraan pelat merah milik pemerintah yang wajib menggunakan BBM non subsidi jenis Pertamina Dex. Sementara lima unit lainnya merupakan armada sewa dari pihak ketiga.
Editor : Rostinah








