SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Terlihat hadir dalam acara HUT PDIP di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak pada Minggu, 19 Februari 2023 lalu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar dinilai tebar pesona. Apalagi saat itu, Al terlihat mengenakan kaos berwarna merah juga.
Seperti diberitakan RADARBANTEN.CO.ID sebelumnya, Al Muktabar terlihat menghadiri acara Karnaval Perjuangan yang merupakan rangkaian acara HUT PDIP pada Minggu, 19 Februari 2023.
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Ahmad Sururi berharap jika baju warna merah yang dikenakan Pj Gubernur Banten di acara partai besutan Megawati Soekarnoputri itu hanya sebagai dresscode semata, bukan upaya pendekatan secara politik.
Ia menyebut, seharusnya Pj Gubernur yang sebagai seorang pejabat eksekutif itu lebih memposisikan diri dan menjaga syahwat politiknya.
“Setiap pejabat publik yang sudah berada di puncak kekuasaan birokrasi mestinya tetap netral, etika biorkrasinya begitu. Jadi harus mengesampingkan syahwat politiknya,” ujarnya.
Menurutnya, sah sah saja Pj Gubernur hadir dalam acara partai itu. Namun, Pj harus juga mengikuti acara partai lainnya. Hal itu perlu dilakukan menghindari asumsi Pj Gubernur condong ke salah satu partai.
“Benar, tidak ada etika yang dilanggar, jika kita kaitkan dengan aturan formal dan kapasitas Pj Gubernur yang hadir untuk memastikan stabilitas politik di daerah misalnya. Namun, Pj Gubernur juga seharusnya fair untuk juga datang pada kegiatan Parpol di Banten. Terpenting sepanjang netralitas posisi dan reputasi Pj Gubernur sebagai birokrat dijaga maka tidak ada etika birokrasi yang dilanggar,” pungkasnya.
Dimintai tanggapannya, Al mengaku kehadirannya dalam kegiatan partai berlambang banteng itu hanya sebagai kapasitas gubernur diundang oleh pihaknya manapun. “Itu di dalam wilayah Banten dapat dilakukan kehadiran kita. Bagian dari pembinaan,” ujar Al melalui telepon seluler kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 23 Februari 2023.
Kehadirannya dalam perhelatan itu juga telah dikonsultasikan sebelumnya. “Jadi agenda-agenda begitu saya konsulkan. Saya telepon ke Bawaslu, bahwa hal itu sepanjang hal formal dan bukan dalam konteks apa-apa,” bela Al.
Lagipula, lanjutnya, acara HUT PDIP itu berupa senam dan jalan sehat. Tak hanya ke acara PDIP, Al mengaku bakal menghadiri undangan dari siapapun selagi ia ada waktu untuk menghadirinya. “Siapapun yang mengundang, saya hadir selagi waktunya memang pas,” tuturnya.
Terkait dengan baju merah yang digunakannya saat itu, Al berdalih bahwa bajunya beda dengan baju-baju merah lain. “Namanya juga baju. Biasa saja, sering dipakai hari-hari juga,” tuturnya.
Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini kembali menegaskan bahwa kehadirannya pada HUT PDIP itu dalam kapasitas gubernur.
“Saya diundang dalam kapasitas gubernur dan hari libur. Jadi bukan dalam jam kerja. Tapi kalau andaipun jam kerja, itu diundang dan sebagai kapasitas gubernur, acaranya juga santai jalan-jalan senam, bukan acara-acara tertentu yang spesifik,” terang Al.
Ia mengaku komunikasi sebagai kepala daerah dilakukan dengan semua pihak termasuk partai politik. “Bagian dari stabilitas daerah. Kan tugas gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah kan mengayomi semua,” ujar pria yang tahun ini berusia 58 tahun.
Al membantah dirinya dekat dengan PDIP, apalagi untuk tujuan Pilgub 2024. “Untuk ke arah sana, masih kerja saja. Kerja kerja kerja. Dengan partai mana saja. Tugas. Salah satu tugas gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, menjaga stabilitas daerah,” pungkasnya.
Reporter: Rostinah
Editor: Ahmad Lutfi











