CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Situ Rawa Arum di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon memiliki potensi wisata unggulan.
Potensi wisata di objek tersebut berasal dari perpaduan antara hamparan situ dengan pemandangan perbukitan yang hijau.
Situ Rawa Arum sendiri memiliki sejarah panjang dan berkaitan erat dengan tragedi luar biasa yaitu meletusnya Gunung Krakatau.
Konon katanya, Situ Rawa Arum lahir setelah terjadinya letusan gunung tersebut.
Dihimpun dari sejumlah literatur, munculnya Situ Rawa Arum berawal ketika meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Letusan Gunung Krakatau yang sangat hebat mengakibatkan tsunami yang begitu besar.
Saat itu Situ Rawa Arum masih merupakan Desa yang bernama Tegal Lega. Desa itu dipimpin oleh seorang tokoh besar yang bernama Ki Ageng Ireng.
Saat Tsunami terjadi Ki Ageng Ireng dan warganya berhasil menyelamatkan diri mereka ke atas bukit-bukit di Pulo Merak.
Tsunami tersebut menenggelamkan beberapa wilayah yang sekarang lebih dikenal dengan nama Selat Sunda dan termasuk juga Desa Tega Lega.
Setelah sekian lama banjir yang menenggelamkan pesisir Selat Sunda telah surut, para warga dan Ki Ageng Ireng kembali turun ke Desa. Namun apa yang dilihat, Desa yang sebelumnya menjadi tempat tinggal mereka tertutup air laut.
Warga Desa pun akhirnya tinggal di pinggiran danau, sambil berharap air laut yang membanjiri desa mereka surut.
Namun hingga saat ini, danau tersebut masih ada dan dikelilingin oleh permukiman masyarakat, serta perbukitan yang hijau.
Saat ini, meski memiliki potensi wisata yang unggulan, namun, Situ Rawa Arum terkendala akses jalan.
Untuk mengakses situ yang berada tidak jauh dari jalan tol Tangerang-Merak itu harus melewati lahan milik warga.











