CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berhasil menarik anggaran dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di sejumlah titik strategis.
Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti kuatnya komunikasi antara Pemkot Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo dengan kementerian terkait di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Secara rinci, sejumlah keberhasilan dari lobi lobi tersebut adalah adanya kucuran anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang merupakan kewenangan Kota Cilegon seperti Jalan Lingkar Selatan.
Kemudian, saat ini tengah berjalan betonisasi jalan di simpang PCI. Proyek tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Peningkatan jalan nasional tersebut karena aaat ini ada perbedaan peninggian antara jalan nasional dan JLS.
Kepala DPUPR Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna mengungkapkan, proyek betonisasi tersebut ditargetkan rampung pada Mei 2026 dengan anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat.
Selain peningkatan jalan, juga akan dilakukan penataan drainase dan trotoar di kawasan tersebut.
“Target selesai bulan Mei, anggarannya dari pusat. Ini dilaksanakan di simpul saja, nanti juga ada penataan drainase yang diperbaiki serta trotoar,” katanya.
Selain itu, sebelum musim mudik lebaran lalu, koordinasi intensif DPUPR berhasil memastikan perbaikan cepat di jalur ini guna menjamin kenyamanan pemudik menuju Pelabuhan Ciwandan.
Tak berhenti di situ, saat ini proyek betonisasi JLS sedang berlangsung.
Selain perkerasan jalan, pemerintah pusat juga merealisasikan pembangunan drainase di sepanjang jalan nasional tepatnya di PCI-Simpang Tiga, Simpang Tiga Anyer dan Simpang Tiga Merak.

Proyek ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi masalah banjir tahunan yang sering menghambat akses jalan nasional.
Sektor pariwisata pun tak luput dari perhatian. Perbaikan ruas jalan Cilegon-Anyer kini tengah dikebut.
Jalur ini merupakan akses vital bagi wisatawan maupun mobilitas industri. Dengan kondisi jalan yang semakin mulus, diharapkan roda ekonomi di sektor pariwisata dan jasa dapat berputar lebih cepat.
“Pembangunan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk warga Cilegon. Kami di Dinas PUPR akan terus semaksimal mungkin mrngoptimalkan potensi untuk pembangunan di Kota Cilegon,” pungkas Dendi.
Dendi menyatakan bahwa sinergi antara kebijakan daerah dan program nasional menjadi kunci utama.
“Kami tidak hanya menunggu anggaran daerah (APBD), tetapi aktif menjemput bola ke pusat. Hasilnya, banyak titik jalan nasional dan jalur strategis di Cilegon yang kini ditangani langsung oleh pusat,” ujarnya.
Dengan masifnya pembangunan ini, masyarakat diimbau untuk tetap bersabar selama proses pengerjaan berlangsung dan selalu mematuhi rambu lalu lintas di sekitar lokasi proyek. (ADV)











