RADARBANTEN.CO.ID – Kejar mimpi beri santunan anak yatim di panti asuhan Thoriqul Jannah Kota Serang, Sabtu, 15 April 2023.
Kegiatan santunan anak yatim ini merupakan bagian dari program RamaVibes Kejar Mimpi Serang dengan tagline “Ngevibes di Bulan Ramadhan? Tetep Bisa dong bersama RAMAVIBES Kejar Mimpi Serang”.
RAMAVIBES memiliki kegiatan berupa Open donasi, BBM+, RAMACARE With Panti Asuhan dan Ngeprasmanan bareng Prasmadan.
Diketahui Kejar Mimpi Serang adalah gerakan sosial yang diinisiasi oleh CIMBNiaga, memiliki visi untuk membentuk generasi muda Indonesia yang positif dalam menerapkan nilai hidup melalui pengembangan dan motivasi diri yang baik, sehingga mampu memberikan nilai baru yang dapat memajukan Indonesia.
Dalam event ini ada tiga rangkaian kegiatan yaitu BBM (Bersih-Bersih Masjid) atau pemberian peralatan ibadah untuk masjid, caring activities, dan berbuka bersama dengan konsep prasmanan.
Bersih-bersih masjid ini, menunjukkan rasa tanggung jawab untuk merawat tempat ibadah dan memastikan agar tempat tersebut tetap bersih dan nyaman bagi jamaah.
Juga memberikan peralatan ibadah dan alat kebersihan yang layak untuk masjid tersebut. Hal ini sangat penting karena kebersihan masjid akan mempengaruhi kenyamanan dan ketenangan dalam beribadah.
Anggota Kejar Mimpi Serang Joufant mengatakan, ada pula acara caring activities dan berbagi takjil bersama anak panti asuhan, ia menilai hal ini memberi tauladan bagi anak-anak.
“Dengan berbagi takjil, kita telah membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan kebahagiaan bagi mereka,” katanya.
Acara berbuka bersama anak panti asuhan dengan konsep prasmanan, memberikan kesempatan bagi anak panti untuk memilih makanan yang mereka sukai dan menikmati hidangan dengan suasana yang menyenangkan.
“Selain itu, acara ini juga membawa kebahagiaan dan rasa kebersamaan antara kita semua,” ujarnya.
“Semoga acara yang diadakan dapat memberikan manfaat bagi semua orang yang terlibat dan dapat menjadi motivasi bagi kita untuk terus melakukan kegiatan positif lainnya di masa depan,” katanya.
Reporter Muhammad Ridho Ardiyansyah
Editor Haidaroh











