slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Ruang untuk Banyak Karya

Mashudi by Mashudi
13-07-2026 07:43:45
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Hari ini, Satu Asa Coffee genap berusia 31 hari. Kalau manusia, umur segitu masih digendong. Satu Asa malah sudah banyak maunya.

Tentu kami ingin tempat ini menjadi kedai kopi yang nyaman. Orang datang, memesan minuman, menikmati makanan, mengobrol, lalu pulang dengan perasaan senang. 

Tetapi sejak awal, kami tidak ingin Satu Asa berhenti sampai di situ. Kami ingin tempat kecil ini menjadi community hub. Tempat orang bertemu dan mengobrol, bertukar ga­gasan, memperlihatkan karya, atau me­ne­mukan orang lain yang ternyata punya keresahan serupa.

Sebagian sudah mulai dilakukan. Sebagian lagi masih menjadi bahan obrolan setelah kedai tutup. Ada juga yang sudah ditulis, tetapi belum sempat dijalankan. Selebihnya harus menunggu waktu. Namanya juga baru 31 hari.

Sejak awal kami membuat panggung kecil berukuran 3 x 5 meter. Namanya Panggung Asa. Ukurannya memang tidak besar. Kalau satu grup musik membawa terlalu banyak peralatan, alatnya mungkin mendapat tempat, tetapi pemainnya belum tentu.

Mereka harus pandai mengatur kaki agar tidak menginjak kabel, pedal, atau kaki pemain lain. Tapi kalau nanti diperlukan, bagian depannya masih bisa diperluas.

Panggung itu tidak hanya disiapkan untuk musik. Kamis malam kami khususkan untuk seni budaya Nusantara. Keputusan itu ternyata tidak langsung disambut gembira. Ada yang sejak awal kurang setuju. Menurut mereka, seni tradisi tidak cocok ditampilkan di kafe. Namanya juga kafe, mestinya ada musik modern, lagu lagu populer, dan penampilan yang mem­buat pengunjung betah.

Masuk akal juga. Orang datang ke kafe biasanya ingin mendengar lagu yang sudah dikenal. Baru petikan gitar pertama, mereka sudah tahu judulnya. Ketika masuk bagian reff, bisa langsung ikut bernyanyi, meskipun kadang hanya hafal separuh lirik.

Penampilan perdana Kamis lalu justru seni silat dari Terumbu Banten. Setelah itu ditutup dengan debus. “Debus di kafe?” Per­tanyaan itu muncul beberapa kali. Saya bisa memahami keraguannya. Orang biasanya datang ke kafe untuk mencari kopi susu, camilan, musik, atau tempat berfoto. Bukan untuk melihat golok dan adegan yang membuat sebagian orang menutup mata.

Kamis malam itu pertunjukan tetap berjalan. Perempuan dan laki-laki muda naik ke panggung. Termasuk anak-anak. Mereka memperagakan gerakan silat. Malam itu tidak terdengar gitar listrik atau lagu pop yang sedang ramai di media sosial. Yang terdengar justru kendang dan lengkingan terompet. Dari area parkir, panggung itu sudah terlihat. Beberapa pengunjung yang baru tiba sempat melihat ke arah panggung. Setelah itu kendaraannya berputar. Balik kanan. Tidak jadi turun, apalagi memesan kopi.

Besoknya, cerita itu disampaikan kepada saya. “Banyak yang enggak jadi ngopi.”

“Kenapa?” tanya saya.

“Yang di panggung enggak seperti kafe.”

Saya jawab, tidak apa-apa. Bu­kan berarti saya tidak memikirkan pen­jualan. Pemilik usaha mana yang senang melihat calon pembeli datang, lalu pulang sebelum memesan? Kopi tetap harus terjual. Biaya listrik harus dibayar. Begitu juga gaji karyawan. 

Tetapi selera orang memang tidak sama. Malam itu mungkin bukan malam yang sesuai dengan selera mereka. Mereka bisa datang lagi pada malam lain. 

Ada malam musik umum, lagu-lagu ke­nangan, jazz, blues, dan country. Ada juga pro­gram untuk band-band indie yang sedang kami siapkan. Kamis malam akan tetap menjadi malam seni budaya. Sebab, kalau semua tempat hanya mau menampilkan sesuatu yang sudah populer dan mudah diterima, para pelaku seni tradisi harus tampil di mana?

Kalau harus menunggu acara pemerintah, festival tahunan, peringatan hari besar, atau hajatan tertentu, mereka bisa menunggu berbulan-bulan. Bahkan bertahun-tahun. Padahal mereka harus terus berlatih. Anak-anak muda yang mempelajarinya juga membutuhkan penonton.

Kita terlalu sering berbicara tentang pelestarian budaya. Kalimat itu ada dalam pidato, proposal, spanduk, dan sambutan pejabat. Masalahnya, setelah acara selesai, panggung biasanya dibongkar. Para pelaku seni pulang dan kembali menunggu entah berapa lama sampai undangan berikutnya datang.

Karena itu, Panggung Asa akan tetap membuka Kamis malam untuk mereka. Bukan hanya seni khas Banten. Seni Jawa, Sunda, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua boleh hadir.

Banten sudah menjadi rumah bagi orang-orang dari berbagai daerah. Mereka datang membawa bahasa, makanan, kebia­saan, dan keseniannya. Panggung kecil ini semestinya bisa menjadi salah satu tempat untuk mempertemukan semua itu.

Mungkin tidak semua pengunjung langsung menyukai. Ada yang merasa asing. Ada pula yang awalnya hanya ingin mi­num kopi, tetapi tanpa sengaja menon­ton pertunjukan yang belum pernah dili­hatnya. Siapa tahu ia pulang membawa rasa penasaran. Para pelaku dan pegiat seni budaya, mari datang ke Panggung Asa. Waktunya sudah disiapkan. Tempatnya ada. Jadwalnya tinggal dibicarakan.

Baca Juga :

Setelah Sumpah Itu Diucapkan

Nasi Uduk di Masa Tua

Atraksi yang Bernama Prestasi

Belajar dari Negara Kecil

Satu Asa juga terbuka untuk diskusi. Tidak harus selalu diskusi besar dengan panggung tinggi, spanduk lebar, dan deretan pembicara. Diskusi kecil di sekitar meja kopi pun bisa melahirkan gagasan yang baik. Komunitas bisa berbicara tentang kota, kebudayaan, media, pendidikan, usaha, musik, atau persoalan lain yang dianggap penting. Kami ingin orang datang bukan hanya membawa uang untuk mem­beli kopi. Mereka juga boleh mem­bawa pikiran, pertanyaan, atau kege­lisahan.

Tempat ini juga bisa digunakan untuk mengasah kemampuan. Pekan depan, misalnya, akan digelar Kompetisi Domino. Bukan semata-mata untuk mencari siapa yang paling jago membanting kartu di atas meja. Di sana ada konsentrasi, strategi, kemampuan membaca permainan, dan tentu saja keberanian menerima kekalahan.

Kadang-kadang, kemampuan memang perlu diuji di depan orang lain. Tidak cukup hanya merasa hebat di lingkungan sendiri. Satu Asa ingin menjadi tempat untuk mencoba itu.

Teman-teman juga sedang menyiapkan program bagi para musisi Banten, terutama band-band independen. Kami ingin mereka berani tampil membawa lagu ciptaan sendiri. Membawakan lagu terkenal memang lebih aman. Penonton sudah mengenal lirik dan melodinya.

Tepuk tangan juga lebih mudah didapat. Lagu sendiri punya risiko. Penonton belum hafal. Membawakan lagu musisi lain tetap penting untuk melatih kemampuan. Tetapi sebuah band akan tumbuh lebih jauh ketika mulai berani memperkenalkan iden­titas dan karyanya sendiri.

Me­reka perlu melihat reaksi penonton secara langsung. Apakah lirik dan aransemennya sampai, atau orang justru kembali sibuk dengan telepon genggam sebelum lagunya selesai. Penampilan mereka nantinya tidak hanya berhenti di Panggung Asa. Kami ingin merekamnya, menayang­kannya di Banten TV, lalu menyebarkannya melalui media sosial. Mungkin suatu hari ada grup musik dari Banten yang memulai perjalanannya dari sini. Mungkin juga tidak. Kami belum tahu.

Usia Satu Asa baru 31 hari. Masih terlalu muda untuk mengaku sudah melakukan banyak hal. Tetapi setidaknya panggung kecil itu mulai menyala. Kamis malam lalu dipakai untuk silat dan debus. 

Pe­kan depan ada Kompetisi Domino. Kamis berikutnya, giliran campursari. Malam-malam lainnya akan ada musik, diskusi, dan karya-karya yang belum banyak dikenal orang.

Memang ada pengunjung yang memilih balik kanan. Tidak apa-apa. Barangkali mereka akan kembali pada malam lain. Kami hanya ingin orang-orang yang punya karya, gagasan, dan kemampuan tidak terlalu lama menunggu tempat untuk mencoba.

Silakan datang. Tempatnya sudah ada. Jadwalnya kita bicarakan. Kopinya, tentu saja, jangan lupa dipesan. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Raperda PBG Disusun, Dewan Ingin MBR Diberi Keringanan

Next Post

Apresiasi untuk Dedikasi Personel Polda Banten

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Setelah Sumpah Itu Diucapkan

by Mashudi
Kamis, 9 Juli 2026 08:05

Tanggal 6 sampai 10 Juli, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 Provinsi Banten digelar. Pada hari pertama, saya membaca dua berita....

Read moreDetails

Nasi Uduk di Masa Tua

Atraksi yang Bernama Prestasi

Belajar dari Negara Kecil

Yang Tidak Ada di Foto

Dapur yang Paling Membutuhkan

Niat Besar yang Harus Dijaga

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Mas Amin dan Rasa Kopi

Saya Kalah oleh Panitia

Next Post
Apresiasi untuk Dedikasi Personel Polda Banten

Apresiasi untuk Dedikasi Personel Polda Banten

Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

Senin, 13 Juli 2026 08:45
Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

Senin, 13 Juli 2026 08:38
Apresiasi untuk Dedikasi Personel Polda Banten

Apresiasi untuk Dedikasi Personel Polda Banten

Senin, 13 Juli 2026 08:33
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ruang untuk Banyak Karya

Senin, 13 Juli 2026 07:43
Raperda PBG Disusun, Dewan Ingin MBR Diberi Keringanan

Raperda PBG Disusun, Dewan Ingin MBR Diberi Keringanan

Senin, 13 Juli 2026 07:14
Tingkatkan Prestasi, LPTQ Kabupaten Serang Bakal Perkuat Pembinaan

Tingkatkan Prestasi, LPTQ Kabupaten Serang Bakal Perkuat Pembinaan

Senin, 13 Juli 2026 07:03
Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

Senin, 13 Juli 2026 08:45
Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

Senin, 13 Juli 2026 08:38
Apresiasi untuk Dedikasi Personel Polda Banten

Apresiasi untuk Dedikasi Personel Polda Banten

Senin, 13 Juli 2026 08:33
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ruang untuk Banyak Karya

Senin, 13 Juli 2026 07:43
Raperda PBG Disusun, Dewan Ingin MBR Diberi Keringanan

Raperda PBG Disusun, Dewan Ingin MBR Diberi Keringanan

Senin, 13 Juli 2026 07:14
Tingkatkan Prestasi, LPTQ Kabupaten Serang Bakal Perkuat Pembinaan

Tingkatkan Prestasi, LPTQ Kabupaten Serang Bakal Perkuat Pembinaan

Senin, 13 Juli 2026 07:03

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

Lomba Berburu dan Baksos, Semarak Hari Bhayangkara

by Andre Adisas Putra
Senin, 13 Juli 2026 08:45

SERANG – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 digelar dengan bermacam kegiatan. Polda Banten juga menggelar lomba berburu dan bakti...

Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

Lomba Menembak Kapolda Cup 2026, Pembinanan Personel

by Andre Adisas Putra
Senin, 13 Juli 2026 08:38

SERANG - Polda Banten menggelar Lomba Menembak Kapolda Cup 2026. Lomba dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 ini...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak