SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Adho Ridwan taruna tingkat tiga Akademi Polisi (Akpol) asal Ciruas, Kabupaten Serang ternyata pernah merasakan gagal tes Akpol.
Ia pernah gagal saat mengikuti tes Akpol di Polda Banten. Kegagalan Adho ketika itu disebabkan masalah kesehatan.
“Saya mengikuti tes masuk polisi sudah dua kali. Pada tahun pertama saya gagal di kesehatan. Pada tahun kedua, saya belajar dan latihan dengan sungguh-sungguh. Alhamdulillah hasilnya saya bisa lulus,” kata Adho saat ditemui di ruang Dirpamobvit Polda Banten, Jumat, 18 April 2023.
Adho mengakui untuk menjadi taruna Akpol butuh perjuangan ekstra keras. Untuk mewujudkan cita-citanya, anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut terus belajar dan meningkatkan kemampuan fisiknya.
“Saya bersyukur dan juga bangga karena saya bisa lulus dan masuk Akademi Kepolisian di Semarang,” kata Adho.
Adho mengungkapkan, saat mendaftar taruna Akpol di Polda Banten terdapat 118 peserta. Dari ratusan peserta tersebut hanya lima orang yang diambil.
“Semua yang ikut mendaftar tentu sudah melakukan persiapan. Saya bersaing ketat dengan ratusan peserta,” ujar remaja kelahiran 8 April 1999 tersebut.
Adho mengatakan, dirinya ikut mendaftar sebagai calon taruna Akpol dengan modal tekad. Ia percaya proses seleksi berjalan tanpa kecurangan.
“Dari awal bapak saya sudah bilang kalau kita bukan siapa-siapa, kita bukan berasal dari keluarga kaya, tapi saya berusaha meyakinkan orang tua, khususnya bapak saya bahwa masuk polisi itu tidak bayar,” ungkap Adho.
“Dan akhirnya bapak saya yang hanya penjual pakaian anak-anak di Pasar Ciruas pun percaya. Untuk menjadi seorang polisi tidak membayar,” tambah anak dari Darman dan Wittati tersebut.
Adho menuturkan, keberhasilannya menjadi taruna Akpol juga berkat dukungan orang-orang terdekat yang selalu memberinya motivasi.
Ia pun mengucapkan rasa terimakasihnya atas dukungan tersebut.
“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Dirpamobvit Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi yang sudah memberikan kami kesempatan untuk silaturahmi dan sudah memberikan wejangan-wejangan kepada kami,” tutur Adho. (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Aas Arbi











