SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Salah satu penyebab banyak warga Kota Serang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI), bekerja di luar negeri, adalah sulitnya mencari pekerjaan di Kota Serang.
Meskipun memiliki penghasilan yang lebih besar, bukan berarti bekerja di luar negeri tidak memiliki risiko.
Beberapa waktu lalu, viral seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Kasemen, Kota Serang, yang bekerja di Arab Saudi, minta dipulangkan kembali ke Indonesia.
TKW bernama Ratna Sari itu viral usai membuat sebuah video dan disebarkan ke media sosial terkait kondisinya di Arab Saudi. Ia bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).
Ratna disebut kerap mendapatkan pelecehan seksual dari anak majikannya. Ia juga merasa ditipu oleh agen pekerja migran Indonesia ilegal karena visa serta paspor yang diberikan merupakan kunjungan dan memiliki masa waktu hanya 30 hari.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, dirinya mengaku sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak bekerja di luar negeri.
“Saya selalu menyosialisasikan agar tidak bekerja di luar negeri, atau pun di luar kota,” ujar Budi, Minggu, 9 Juli 2023.
Ia mengatakan, untuk mempermudah warga Kota Serang dalam mencari pekerjaan, Kota Serang harus memiliki kawasan industri yang bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Sejak dirinya masih menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Bud mengaku memiliki konsep untuk mengubah Kecamatan Kasemen menjadi kawasan industri dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif.
“Tahun 2016, waktu saya menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Serang, saya sudah mempunyai konsep walaupun saya masih Wakil Ketua DPRD, bagaimana mengubah Kasemen itu menjadi industri, yang lahan tidak produktif menjadi lahan yang bisa produktif, menghasilkan dan menyerap tenaga kerja,” katanya.
Budi menuturkan, dirinya sudah sempat melakukan berbagai cara agar Kecamatan Kasemen menjadi kawasan industri untuk menyerap tenaga kerja di Kota Serang.
“Aku sudah buat itu semua, bukti-buktinya ada di staf saya dulu, permohonan dan lain-lainnya sampai saya ke Pemerintah Provinsi,” tuturnya.
Ia juga meminta masyarakat agar tidak mengganggu apabila sudah terbangun kawasan industri di Kecamatan Kasemen.
“Saya meminta kepada masyarakat Kota Serang, ketika sudah terbangun, jangan diganggu hal-hal yang enggak baik. Ada salah satu sudah terbangun, masjid di bangun, jalan dibangun, CSR-nya jalan,” ucapnya.
Menurutnya, permasalahan di tengah masyarakat yang memilih bekerja di luar adalah faktor masalah ekonomi.
“Agar apa? Karena saya tahu setiap turun ke bawah itu permasalahannya ekonomi, korbannya anak dan istri, yang satu kerja di Arab, yang satu kerja di Kalimantan, anak terlantar. Kedua, kalau istrinya pergi, suaminya selingkuh, pecah perceraian,” katanya.
Budi menjelaskan, Kota Serang tidak hanya bisa mengandalkan sektor pariwisata saja untuk bisa membuat masyarakat Kota Serang memiliki penghasilan.
“Di situ saya mulai membuat pemikiran bagaimana menciptakan pekerjaan di Kota Serang, tidak hanya pariwisata, karena pariwisata tidak mungkin semua bisa,” ujarnya.
Terakhir, Budi mengatakan, untuk mengundang investor masuk ke Kota Serang, yang harus dijalankan adalah membangun sarana prasarananya seperti jalan.
“Saya pengin kalau Allah percaya sama saya, diberi kewenangan yang lebih luas lagi, saya akan meminta bantuan ke Provinsi untuk membangunkan sarana dan prasaranannya agar itu bisa banyak investasi masuk dalam situ,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











