SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mengeluarkan surat edaran yang ditunjukan kepada delapan pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Banten.
Surat edaran itu berisikan intruksi kepada BPBD di masing-masing daerah untuk siaga terhadap kekeringan ekstrem dampak dari fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, berdasarkan prediksi dari BMKG, puncak dari El Nino baru akan dirasakan pada bulan Agustus hingga September 2023. Untuk itu, katanya, pemda harus bersiaga dengan melakukan langkah-langkah pencegahan.
“Kami meminta kepada pemda melalui BPBD untuk bersiaga akan fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus ini. Pemda harus memastikan setiap perakiran cuaca yang dirilis oleh BMKG setiap harinya guna menjadi dasar langkah antisipasi dampak kekeringan, ” kata Kalak BPBD Banten kepada Radar Banten, Rabu 26 Juli 2023.
Nana mengatakan, dampak dari El Nino sangatlah dikhawatirkan terhadap beberapa wilayah yang mengalami kemarau bawah normal atau kekeringan yang tidak biasanya. Hal itu karena akan berdampak pada peningkatan resiko bencana meteorologi, kebakaran hutan dan lahan, juga kekurangan air bersih.
“Untuk mengantisipasi hal itu maka Pemda harus melakukan langkah pencegahan dengan mengoptimalkam DAS yang berkelanjutan dan penyimpanan air di musim penghujan untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam air resitensi, serta penyimpanan air buatan masyarakat, ” kata Nana.
Selain itu, pemda juga harus dapat memetakan wilayah yang berpotensi akan terdampak dari fenomena El Nino berikut dengan potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan. Dan menyiapkan bantuan logistik dan peralatan seperti tangki air bersih dan pompa air di lokasi yang membutuhkan.
“Masyarakat juga diminta untuk siaga dan melakukan langkah antisipatif bencana El Nino dengan cara menghemat air dan tidak melakukan pembakaran sampah, semak-semak, maupun kebun yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan atau bahkan pemukiman warga,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi












