PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Pandeglang Irna Narulita mengajak ratusan kader posyandu gencar mengedukasi penanganan stunting kepada ibu hamil dan ibu memiliki anak balita.
Ajakan itu disampaikan Bupati Irna, pada saat menghadiri kegiatan workshop peningkatan kapasitas kader di gedung PGRI Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Bupati Irna, mengedukasi tentang penanganan stunting itu penting.
“Khususnya kepada ibu hamil dan ibu memiliki anak balita maupun kepada para calon pengantin. Untuk itu diminta kepada kader posyandu gencar mengedukasi tentang penanganan stunting,” katanya di Gedung PGRI Kecamatan Sukaresmi, Senin 21 Agustus 2023.
Bupati Irna berharap, kepada para kader posyandu harus proaktif dalam menyosialisasikan masalah stunting kepada masyarakat.
Dengan aktif memberikan penyuluhan ataupun sosialisasi mengenai stunting dan pencegahannya maka masalah kesehatan stunting dapat dicegah
sejak dini.
Stunting menjadi perhatian pemerintah saat ini. Penanganannya membutuhkan peran serta semua pihak dalam menekan angka stunting di Kabupaten Pandeglang.
“Untuk itu dibutuhkan dukungan dan kerjasama semua komponen masyarakat. Khususnya para kader posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Bupati Irna mengungkapkan, Pemkab Pandeglang telah berhasil menurunkan angka stunting. Dari sebelumnya 37,8 persen menjadi 29,4 persen.
“Penurunan itu hasil dari keputusan rembuk stunting. Pemkab Pandeglang menargetkan penurunan angka stunting menjadi 24 persen pada tahun 2024,” katanya.
Dalam upaya menurunkan angka stunting ini perlu komitmen dan peran serta seluruh lapisan masyarakat.
“Terutama peran para kader posyandu agar terus gencar melakukan edukasi dan sosialisasi stunting kepada masyarakat,” katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Jaenal Mutaqin mengatakan, dalam upaya menekan angka stunting agar mencapai target 24 persen di tahun 2024, Dinas Kesehatan menggelar workshop peningkatan kapasitas kader posyandu.
“Melalui workshop ini untuk peningkatan kapasitas kader posyandu. Agar mampu meningkatkan kompetensi dan sumber daya manusia (SDM) para kader posyandu dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Pandeglang,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











