PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perumdam Tirta Berkah belum bisa mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung secara optimal.
IPA SPAM berkapasitas 100 liter per detik ini untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Pandeglang.
Pelayanan IPA SPAM KSPN belum bisa dioperasikan secara optimal karena belum terbangunnya jaringan pipa tersier untuk menjangkau masyarakat di 10 Desa dan empat Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
Menurut Direktur Perumdam Tirta Berkah Pandeglang, Euis Yuningsih, IPA SPAM KSPN Tanjung Lesung belum bisa berjalan secara optimal karena masih membutuhkan biaya penyertaan modal sebesar Rp 8,2 miliar.
“Biaya sebesar Rp 8,2 miliar dibutuhkan untuk membangun jaringan pipa sampai ke depan rumah warga membutuhkan air bersih. Kalau saat ini pipa yang ada baru tersambung untuk jalur pipa transmisinya saja,” katanya, Selasa, 19 September 2023.
Sementara, pipa tersier yang berfungsi untuk melayani pipa servis atau yang dihubungkan langsung pada sambungan rumah belum terpasang. Sehingga, air bersih yang diolah dari IPA SPAM KSPN belum bisa melayani masyarakat yang membutuhkan air bersih secara maksimal.
“Untuk membeli pipa pembagi sampai sambungan rumah itu berdasarkan hasil estimasi membutuhkan biaya Rp 8,2 miliar. Terkait kebutuhan penyertaan modal ini sudah kita usulkan ke Pemkab, Pemprov, dan Pemerintah Pusat,” katanya.
Perumdam Tirta Berkah akan berupaya terus agar mendapatkan bantuan penyertaan modal. Demi dapat melayani air bersih kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang.
“Semoga saja di tahun 2024 bantuan penyertaan modal turun. Soalnya kita tidak mau IPA SPAM KSPN Tanjung Lesung sampai harus menjadi monumen, itu sangat disayangkan,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Udi Juhdi, mengungkapkan bahwa sementara ini kebutuhan anggaran biaya penyertaan modal buat Perumdam Tirta Berkah belum bisa direalisasikan.
“Belum tersedia alokasi anggarannya. Termasuk di APBD Perubahan itu juga belum ada pos anggarannya, semoga saja tahun depan turun bantuan yang dari Provinsi karena memang air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











